Tampilkan postingan dengan label Tsaqofah Islamiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tsaqofah Islamiyah. Tampilkan semua postingan

12 Februari 2013

10 Sahabat yang Dijamin Masuk Surga

ADA SEPULUH ORANG SAHABAT YANG DIJAMIN MASUK SYURGA.


1. ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ
Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu'anhu (RA) adalah khalifah pertama, setelah Nabi wafat. Beliau sahabat yang paling dekat dengan Rasulullah, ke manapun Nabi pergi, beliau selalu menyertainya. Termasuk saat Rasul dalam perjalanan hijrah dari Mekkah ke Madinah, suatu perjalanan yang penuh dengan risiko.
Sejak remaja, Abu Bakar telah bersahabat dengan Nabi. Belia juga orang yang pertama memeluk Islam. Tidak sulit baginya untuk mempercayai ajaran Islam, kerana beliau tahu betul keagungan ahklak Rasulullah.

Demikian juga saat Nabi menyampaikan peristiwa Isra Mi'raj. Abu Bakarlah sahabat yang pertama kali membenarkan peristiwa tersebut. Oleh sebab itu, beliau diberi gelar oleh Rasulullah yakni Ash-Shiddiq (yang benar, jujur, dan membenarkan). Abu Bakar wafat dalam usia 63 tahun (13H). Beliau dimakamkan di Madinah bersebelahan dengan makam Rasulullah.

2. 'UMAR BIN KHATTAB 
'Umar bin Khattab RA adalah khalifah kedua. Beliau termasuk sahabat yang sangat dikasihi oleh Nabi. Sebelum masuk Islam, beliau dikenal sebagai seorang yang gagah perkasa dan sering mabuk. Seluruh penduduk Makkah merasa takut kepadanya.
'Umar memeluk Islam setelah mendengar surat Thoha yang dibacakan saudara perempuannya. Dia sangat keras dalam membela agama Allah. Beliau menjadi salah satu benteng Islam yang mampu menyurutkan perlawanan kaum Quraisy terhadap diri Nabi dan sahabat.

Saat 'Umar diangkat menjadi khalifah, daerah kekuasaan Islam bertambah. Kerajaan Persia dan Romawi Timur dapat ditakluk dalam kurun waktu satu tahun (636-637M). Pemimpin yang sederhana dan peduli pada rakyatnya ini, wafat setelah dibunuh Abu Lukluk saat hendak memimpin shalat (23 H/644 M). Ia dimakamkan berdekatan dengan Abu Bakar dan Rasulullah.

3. 'USTMAN BIN AFFAN
'Ustman bin Affan RA adalah khalifah Islam ketiga. Pada saat kepemimpinannya,beliau berhasil mengumpulkan wahyu, dan menyusunnya dalam bentuk mushaf Al-Qur'an. 'Ustman bin Affan masuk Islam lewat ajakan Abu Bakar. Beliau mendapat gelaran Dzun Nur 'Ain (pemilik dua cahaya), kerana  menikahi dua putri Nabi, Ruqqayah dan Ummu Kultsum.

'Ustman dikenal sebagai saudagar kaya dan dermawan. Beliau selalu menafkahkan hartanya di jalan Allah. Saat berlakunya peperangan Tabuk, 'Ustman menyumbang lebih daripada 940 ekor unta, kemudian membawa 60 ekor kuda untuk menggenapinya menjadi 1000. 'Ustman wafat pada tahun 35H atau 655M.

4. 'ALI BIN ABI THALIB  
'Ali bin Abi Thalib RA dilahirkan di Makkah tahun 598 Masehi. Ali adalah orang yang pertama masuk Islam dari golongan anak-anak. Ali terkenal orang yang sangat berani, ahli siasat perang, dan cerdas. Pada saat
peristiwa hijrah, 'Ali tidur di atas tempat tidur Nabi. Sehingga, para tentara Quraisy yang mengepung rumah Nabi, mengira Nabi masih berada di dalam rumah. 'Ali wafat pada tahun 40 H, setelah ditikam oleh Abdurrahman bin Muljam dengan pedang yang beracun setelah shalat shubuh. Beliau meninggal dalam usia 63
tahun dan memegang jawatan khalifah selama 4 tahun 9 bulan. Beliau di makamkan di Kufah, Irak.

5. THALHAH BIN ADDULLAH
Thalhah bin Abdullah dikenal sebagai salah satu konsultan Rasulullah. Beliau berasal daripada suku Quraisy.
Saat berlakunya perang Uhud, Thalhah telah ikut serta. Dalam peperangan tersebut beliau menderita kerana
luka parah. Dia menjadikan dirinya sebagai sebuah perisai bagi Rasulullah dan mengalihkan panah yang akan mengenai diri Nabi dengan tangannya. Sehingga semua jari-jarinya putus. Thalhah wafat pada 36 H atau 656 M. Beliau syahid ketika mengikuti perang Jamal.

6. ZUBEIR BIN AWWAM 
Zubeir bin Awwam termasuk golongan yang pertama masuk Islam (as-sabiqun al-awwalun). Usianya pada  saat itu baru berumur 15 tahun. Pembelaannya terhadap Islam begitu nyata. Zubeir tidak pernah tertinggal dalam berbagai pertempuran bersama kaum muslimin. Beliau  selalu berada di barisan hadapan medan peperangan. Sekujur tubuhnya terdapat luka dari hasil peperangan. Beliau sangat dicintai Rasulullah. Ketika terjadi perselisihan faham di antara kaum muslimin, Zubeir tidak sedikitpun memihak yang berseteru. Ia malah berusaha menyatukannya. Zubeir ditikam ketika sedang menghadap Allah, beliau wafat pada tahun 36H atau 656M.

7. SA'AD BIN ABI WAQQAS
Sa'ad bin Abi Waqqas memeluk Islam saat berusia 17 tahun. Ia sangat mahir menunggang kuda dan memanah. Jika belia memanah musuh dalam sebuah peperangan pastilah tepat sasarannya. Hampir seluruh peperangan belia ikuti.

Saat awal memeluk Islam, ibunya mengancam untuk mogok makan dan minum. Dengan harapan, Sa'ad kembali ke ajaran nenek moyang. Namun, hampir sang ibu menemui ajalnya, ancaman itu tetap tidak dihiraukan oleh Sa'ad. Beliau tidak menjual keyakinannya dengan apapun, sekalipun dengan nyawa ibunya.
Pada zaman pemerintahan khalifah Umar bin Khatab, Sa'ad diangkat sebagai panglima tentera. Sa'ad wafat pada usia 70 tahun (55H atau 676M). Beliau di makamkan di tanah Baqi'

8. SA'ID BIN ZAID
Sa'id adalah di antara sahabat yang beruntung. Dia masuk Islam bersama-sama isterinya, Fathimah binti al-Khattab, adik perempuan 'Umar bin Khattab. Sa'id membaktikan segenap daya dan tenaganya untuk berkhidmat kepada Islam. Ketika memeluk Islam usianya belum genap 20 tahun.
Sa'id turun berperang bersama Rasulullah dalam setiap peperangan. Beliau juga turut bersama kaum muslimin menjatuhkan dan meruntuhkan pemerintahan [singasana] Kisra Persia. Sa'id pernah diperintahkan Rasulullah mengintip aktiviti musuh. Beliau wafat dalam usia 70 tahun (51H atau 671M) dan di makamkan di Baqi' Madinah.

9.'ABDURRAHMAN BIN 'AUF
'Abdurrahman bin 'Auf termasuk tujuh orang yang pertama masuk Islam. Beliau termasuk di antara sahabat Nabi yang mempunyai harta melimpah hasil aktiviti perniagaan. Kejayaannya tidak membuat beliau lupa diri, sebaliknya beliau selalu menafkahkan hartanya di jalan Allah. Bahkan saat dia diberitakan Rasulullah bahwa dirinya dijamin masuk surga, semangat sedekahnya makin membara. Tak kurang dari 40.000 dirham perak, 40.000 dirham emas, 500 kuda perang, dan 1.500 ekor unta beliau sumbangkan untuk perjuangan Islam.  Abdurrahman sempat berhijrah ke Habsyah sebanyak 2 kali. Beliau wafat pada
umur 72 tahun(32H atau 652M) di Baqi'.

10. ABU 'UBAIDAH BIN JARRAH
Rasulullah pernah memberikan pernyataan tentang Abu 'Ubaidah. "Sesungguhnya setiap umat mempunyai orang kepercayaan, dan sesungguhnya kepercayaan umat ini adalah Abu 'Ubaidah," begitu kata Rasulullah. Abu 'Ubaidah orang yang amanah dan jujur dalam berperilaku.
Abu Ubaidah masuk Islam melalui perantara Abu Bakar Ash-Shiddik pada awal kerasulan nabi Muhammad SAW. Ia beberapa kali dipercaya Rasul memimpin peperangan. Ia wafat pada tahun 18H atau 639M.

Demikianlah 10 sahabat-sahabat Nabi yang dijamin masuk surga melalui hadist Nabi Muhammad SAW.
sumber: http://cintarindurasul.blogspot.com/2011/10/10-sahabat-nabi-saw-yang-dijamin-masuk.html

Pilar Kebangkitan


Liqo’ 06-02-13

Kali ini saya hanya ingin bercerita, bahwa di atas langit masih ada langit kan? :) itu tandanya ilmu dapat diperoleh darimana saja, termasuk disini...
Sore itu, saya berjalan menuju gudang ilmu bersama salah seorang teman, masjid itu kutatap dari kejauhan, megah, adem jiwa ini menatapnya, disana banyak muslim sembahyang, menimba ilmu. 

Bahkan anak-anak kecil itu pun datang berbondong-bondong kesana, bertemu dengan teman-temannya, canda-tawa menghiasi sudut-sudut masjid itu,tapi kadang juga ada tangis yang menghampiri wajah si anak kecil itu :). Memandang mereka memberikan kesejukan tersendiri. Apalagi hari ini, saya bukan hanya datang untuk menikmati pemandangan itu, tapi untuk menimba ilmu, mengisi kembali ruhiyah yang kini saya kira telah meminta mata air surga itu.

Tilawah, muroja’ah, bahkan hafalan itu seakan menjadi muara surga yang saat itu saya rasakan di tengah hembusan angin segar sore hari. Sejuk, betapa indah memandang kebesaran Ilahi di rumah sembahyang ini yang dihiasi dengan kata-kata cinta-Nya.

Senyum saudari-saudari seiman yang saya rindukan sedikit melepas penat yang akhir-akhir ini melanda pikiran dan hati. Mengenang senyum itu saja terasa menyejukkan, apalagi jika melihatnya langsung dan merasakan aura kasih sayang dari mereka. Inilah kasih sayang dan cinta sejati, cinta kepada saudara-saudari seiman yang datang di setiap waktu, bukan hanya di salah satu hari yang biasa diperdengarkan orang, yang mereka sebut dengan Valentine's Day.

***
Kali ini beliau bercerita tentang suatu kisah yang menunjuk pada Arkanul Bai’ah ke-7. Tsabat, ya, ‘Keteguhan’. Kembali diingatkan, bahwa 10 poin yang biasanya hanya sekadar dihafal, namun saat itu kami diminta untuk menelaah lebih jauh, tentang apa sebenarnya Arkanul Bai’ah, terutama poin ke-7 ini.
Selalu mendengar seorang berkata, ‘Hanya akan ada 2 proses yang seharusnya berjalan, mencapai tujuan atau gugur sebagai syahid!’ , tak ada istilah berhenti atau hanya maju selangkah, apalagi memundurkan langkah. Karena tujuan hanya 1 dan harus slalu diperjuangkan!

Hmm.. mungkin dalam tulisan ini tak hanya ada poin-poin yang biasanya tertulis, =mungkin agak belibet, tapi saya sedang mood untuk menulisnya dalam kalimat cerita, tak apa kan? :)=
Dalam keramaian suara kendaraan yang lalu lalang di jalan, kalimat per kalimat yang beliau sampaikan seakan menjadi angin kesejukan, air pelepas dahaga, obor pemantik semangat, bahkan sebagai pengingat untuk slalu memperbaiki diri.

‘Kesalahan yang biasa terjadi dalam kehidupan kita itu sebenarnya adalah sebuah pemantik semangat yang akan slalu menjadi perisai diri kita untuk berada daam keteguhan yang nyata.’

Ia bukan sesuatu yang harus slalu diratapi seakan semuanya telah berakhir, namun jadikan ia sebagai pelecut semangat dan awal dari sebuah keberhasilan. Melakukan suatu kesalahan bukan berarti harus mundur dari kewajiban, namun kesalahan itu seharusnya menjadi satu semangat untuk slalu menjadi da’i/da’iyah yang menyebarkan aroma dakwah di segala penjuru. Menjadi sebuah perbaikan dari hikmah yang dapat diambil. Dan selalu memperbanyak do’a kepada Allah SWT.

Ada 3 yang menjadi prioritas kebangkitan dakwah:
-          Memperbaiki diri,
-          Menuntaskan amalan-amalan dakwah, dan
-          Memperjuangkan agama.

Dalam Q.S. Al-Ahzab(33) :23
23. Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu[1208] dan mereka tidak merubah (janjinya),
[1208]. Maksudnya menunggu apa yang telah Allah janjikan kepadanya.

Ada 3 pilar kebangkitan:
-          Meminta pertolongan kepada Allah, yaitu dengan muhasabah diri dan aspek tarbawinya ditingkatkan. Karena dibalik pengetahuan logis manusia, Allah punya kekuatan tersendiri yang tak pernah bisa kita bayangkan dengan akal kita. Ada yang berpendapat bahwa yang penting kerja, tak usah do’a? Pendapat yang salah besar.
Ada yang bilang bahwa Liqo’ libur karena suatu urusan? Saat ditanya, “Akh/Ukht, liqo’ kapan?” dan jika dijawab, “Liqo’nya libur dlu ya, lagi panas pemilihan nih”. Hmm… seorang murobbi yang berkata seperti itu adalah sesuatu yang tak bisa dibenarkan. Karena dalam keadaan perang sedang berkecamuk sekalipun, Rasulullah tetap memberikan taujih kepada sahabat-sahabatnya, semakin mendekatkan diri pada Allah, bahkan lebih daripada hari-hari aman sebelum perang. Kita? Seringkali mengedepankan diskusi politik  yang mungkin perlu untuk dilakukan, tapi aspek tarbawi, isi ruhiyah?? Seharusnya juga diseimbangkan bahkan jika perlu lebih dari sebelum-sebelumnya. 

-          Kesolidan internal ukhuwah, adalah poin yang sangat penting. Karenanya harus slalu menghadirkan ketsiqohan dalam diri, mengedepankan husnudzon, dan tabayun jika ada sesuatu yang menjadi permasalahan. Ada sebuah kalimat, “perjalanan paling indah adalah masa-masa berjuang dengan saudara-saudari seiman.”
Dan yang menjadi catatan, ukhuwah itu tak perlu dipertanyakan, karena ia adalah akibat dari iman.

-          Kerja keras. Ya, pilar kebangkitan ke-3 adalah kerja keras, bagaimana bisa kita yang hanya berdiam diri dapat mengubah suatu keadaan? Bagaimana bisa orang-orang yang tak pandai me-manage waktunya bisa menjadi orang-orang yang beruntung? Karena telah Allah sebutkan dalam Q.S. Al-‘Ashr: 1-3 “Demi waktu. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan ber’amal sholih dan saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.”

Maka dari itu, harus ada kerja keras di setiap waktu dan tujuan yang ada. Dan jangan pernah lupakan bahwa yang sebenarnya menjadi kunci dalam berdakwah adalah ‘komunikasi’. Ada orang yang tidak datang tepat waktu, ada pula mereka yang tak hadir tanpa izin, bahkan ada yang tak pernah konfirmasi tapi tiba-tiba di hari H mereka protes dengan berbagai pendapat mereka. Padahal sebelumnya mereka tak pernah hadir dikala dibutuhkan pendapatnya, ditunggu kehadirannya. Dan semua itu menjadi salah satu ‘penghancur’ sebenarnya. Karena izin itu adalah sesuatu yang penting dan telah disebutkan Allah dalam surat cinta-Nya, Q.S. An-Nur (24) : 62

62. Sesungguhnya yang sebenar-benar orang mukmin ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan apabila mereka berada bersama-sama Rasulullah dalam sesuatu urusan yang memerlukan pertemuan, mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad) mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena sesuatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
>> telah Allah jelaskan bahwa IZIN adalah bagian dari IMAN.

Jangan sampai sesuatu yang sebenarnya telah kita ketahui kesalahannya, kita ulangi kembali. Dan jangan sampai kita tak ingin berpindah ke arah yang lebih baik dengan melihat perjalanan masa lalu. Semoga Allah selalu merahmati dan membimbing langkah-langkah kita selalu dalam kebaikan dan ridho dari-Nya. Aamiin..

***

Ya, adzan maghrib berkumandang, sesi sore itu akhirnya ditutup dengan doa penutup majelis. Ya Allah.. bimbing selalu langkah kami, berikan slalu ketenangan, keberanian, bahkan semangat dalam hati ini, karena Engkau-lah Sang Pembolak Balik Hati, dan jadikan pertemuan-pertemuan kami sebagai perantara hidayah-Mu… :)

04 Februari 2013

Penyakit Dalam Dakwah

LQ, 24-09-12

Penyakit dalam berdakwah itu ada 2 macam, diantaranya :
  1. Berkaitan dengan maknawiyah
Ruh, maknawi adalah kekuatan dalam berdakwah dan tanda seseorang memiliki karakter yang kuat.
“sesungguhnya sukses kehidupan itu tidak ditentukan oleh kebahagiaan, tapi ketika seseorang itu punya jiwa yang bersih. Semakin bertambah usia seharusnya semakin bersih hatinya ^_^”
Dalam berdakwah, amanah bukanlah seseuatu yang melelahkan, tapi amanah akan menambah kedekatan dan kecintaan kepada Allah SWT.

Amanah ≠ lelah 
 = bertambah dekat & cinta pada Allah

Misal: para sahabat yang berfastabiqul khoirot dalam peperangan.
a.       Munculnya dakwah karena reaktif. Orang-orang yang menunggu masalah, bukan orang-orang yang munafik/berpikir jauh ke depan, cenderung cuek.
b.      Muncul karena figuritas (al-hujaiyyah)
Dakwah = pemberian
 ≠ permintaan
c.       Dakwah yang merasa kelompoknya paling baik, saling menjauhkan kecuali masalah aqidah.
Misal: penghinaan terhadap Rasul, cepat menyalahkan pendapat orang

  1. Berkaitan dengan ‘Amaliyah
a.       Dakwah yang parsial bukan syumul, terkadang salah prioritas.
“pahala yang terbaik itu di tatanan teknis” à maksudnya bukan konseptor tidak diperlukan, tapi seharusnya jika berdakwah itu bukan hanya berkonsep ria, tapi juga turun tangan dalam tataran teknis, bukan hanya orang yang OmDo (omong doang). Bukan parsial, tapi syumul!
Dakwah tak mengenal kata ganda, bukan setengah-setengah, tapi TOTALITAS!
b.      Taklid tanpa adanya pemahaman.
--> Berdakwah haruslah berdasarkan pemahaman yang ada, bukan hanya taklid (ikut-ikutan). Kritis bukan debat. Paham bukan taklid.
c.       Dakwah yang tidak ada tujuan & sasaran, tanpa adanya perencanaan & evaluasi.
d.      Attaqiyah / tambah sulam syari’at.

Tafsir Q.S. Al-Hadid (57): 12-16


LQ, 13-01-13 @maskam

Surat Al Hadiid terdiri atas 29 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Az Zalzalah.
Dinamai Al Hadiid (Besi), diambil dari perkataan Al Hadiid yang terdapat pada ayat 25 surat ini.
Pokok-pokok isinya:
1. Keimanan:
Hanya kepada Allah kembali semua urusan; beberapa sifat Allah dan beberapa Asmaa-ul Husna serta pernyataan kekuasaan Allah di langit dan di bumi.
2. Hukum-hukum:
Perintah menafkahkan harta.
3. Dan lain-lain:
Keadaan orang-orang munafik di hari kiamat; hakikat kehidupan dunia dan kehidupan akhirat; tujuan penciptaan besi; tujuan diutusnya para rasul; kehidupan kerahiban dalam agama Nasrani bukan berasal dari ajaran Nabi Isa a.s.; celaan kepada orang-orang bakhil dan orang yang menyuruh orang-orang lain berbuat bakhil.
Surat Al Hadiid pada umumnya menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan anjuran bernafkah dan membelanjakan harta di jalan Allah. Dan juga menerangkan bahwa Allah mengutus para nabi dengan membawa agama untuk kebahagiaan hidup manusia di samping itu menciptakan besi yang bermanfaat bagi manusia dalam kehidupannya dan untuk mempertahankan agama yang dibawa oleh rasul-rasul itu.

يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُم بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِم بُشْرَاكُمُ الْيَوْمَ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

12. (yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka): "Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar."
--> cerita tentang orang-orang beriman, keberuntungan mereka karena memperoleh ketenangan yang agung. “orang-orang yang bercahaya” Hadits yang menjelaskan tentang orang-orang yang bercahaya di hari akhir

يَوْمَ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ لِلَّذِينَ آمَنُوا انظُرُونَا نَقْتَبِسْ مِن نُّورِكُمْ قِيلَ ارْجِعُوا وَرَاءكُمْ فَالْتَمِسُوا نُوراً فَضُرِبَ بَيْنَهُم بِسُورٍ لَّهُ بَابٌ بَاطِنُهُ فِيهِ الرَّحْمَةُ وَظَاهِرُهُ مِن قِبَلِهِ الْعَذَابُ

13. Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman: "Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebahagian dari cahayamu." Dikatakan (kepada mereka): "Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)." Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa.
--> Golongan-golongan yang berusaha ‘mencari cahaya’, tapi terdapat dinding pemisah antara orang-orang beriman & orang-orang munafik.

يُنَادُونَهُمْ أَلَمْ نَكُن مَّعَكُمْ قَالُوا بَلَى وَلَكِنَّكُمْ فَتَنتُمْ أَنفُسَكُمْ وَتَرَبَّصْتُمْ وَارْتَبْتُمْ وَغَرَّتْكُمُ الْأَمَانِيُّ حَتَّى جَاء أَمْرُ اللَّهِ وَغَرَّكُم بِاللَّهِ الْغَرُورُ
14. Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: "Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?" Mereka menjawab: "Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu- ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah;dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu.
--> tentang penjelasan kenapa orang-orang yang di dunia berjalan bersama-sama, tetapi pada saat di akhirat terpisah. Salah satu alasannya adalah ‘mereka telah terpedaya oleh syetan’ hanya dengan angan-angan kosong / tipuan syetan.

فَالْيَوْمَ لَا يُؤْخَذُ مِنكُمْ فِدْيَةٌ وَلَا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مَأْوَاكُمُ النَّارُ هِيَ مَوْلَاكُمْ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
15. Maka pada hari ini tidak diterima tebusan dari kamu dan tidak pula dari orang-orang kafir. Tempat kamu ialah neraka. Dialah tempat berlindungmu. Dan dia adalah sejahat-jahat tempat kembali."
--> tentang ‘tempat akhir, tempat kembali’

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ

16. Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.
--> tentang ‘teguran’ Allah kepada orang-orang terdahulu yang hati mereka menjadi keras, yakni orang-orang fasik.

Menuntaskan amanah, amal yang menghujam
-Hawariyyun Muslimin-

Pentingnya Akhlak bagi Seorang Da’i


LQ, 1 juli 2012 @maskam

Ajaran Rasulullah memiliki 3 Komponen Asasi diantaranya:
  1. Aqidah
  2. Syari’ah
  3. Akhlaq
Mengapa akhlak ada di urutan terakhir? Ya, karena sebelum suatu perbuatan itu diperlihatkan maka harus kuat dan kokoh dulu pengetahuan aqidah dan syari’ah. Disini yang akan dibahas adalah masalah akhlak, terutama akhlak seorang da’i/da’iyah.
Akhlak itu dapat dilihat dari 3 faktor, diantaranya:
  1. Hikmah (kata-kata bijak)
>> dalam Q.S. An-Nahl : 125 disebutkan bagaimana sebenarnya hikmah itu, “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”
Hikmah adalah perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil.

  1. Mau’izhah hasanah (nasihat yang baik)
>> Seseorang dapat dilihat bagaimana akhlaknya yang sebenarnya dari bagaimana dia memberikan nasihat-nasihat yang baik kepada saudaranya.
Akhlak berasal dari khuluk, yang artinya adalah perangai, tabiat yang hal itu merupakan suatu faktor yang mungkin telah melekat dalam pada diri seseorang dan sulit untuk dirubah.

  1. Jadilhum billati hiya ahsan (dengan cara yang baik & benar)
>> Sekali lagi, akhlak bukan hanya dilihat dari perkataan seseorang saja, tapi lebih kepada perbuatan / amal, serta bagaimana kebiasaannya. Jika boleh dibilang, akhlak itu adalah suatu perbuatan yang spontan, bukan suatu yang dibuat-buat

Sumber akhlak islam ada 2, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Faktor Pembentuk Akhlak ada 4, yaitu:
  1. Genetik
>> Tarbiyah slalu mengajari untuk memperhalus akhlak
  1. Psikologis
  2. Sosial
>> Tarbiyah sangat berhubungan dengan sosial masyarakat, lingkungan seseorang sangat mempengaruhi bagaimana akhlaknya.
  1. Nilai Islam
>>  Interpretasi dari akhlak adalah nilai-nilal islam

Akhlak adalah perhiasan terindah yang akan slalu dikenang. Dia adalah bukti kemuliaan seorang muslim.
Q.S. Al-Anfal : 47 “Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika datang siksaan Allah kepadamu dengan sekonyong-konyong, atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan (Allah) selain dari orang yang zalim?"”
Akhlak Rasulullah saat berdakwah kepada kaum Quraisy & objek dakwah lain
>>  Dakwah saat ini

Q.S. Thaha : 43-44
Q.S. Fushshilat : 33-34
Akhlak adalah cerminan dari keimanan dan keislaman seseorang. Amar ma’ruf nahi munkar. Q.S. Al-Ankabut : 45
“Tidak ada yang lebih berat seorang hamba di hari kiamat selain keluhuran akhlaknya” (H.R. Tirmidzi)
“Sesungguhnya termasuk insan pilihan diantara kalian adalah yang terbaik akhlaknya.” (Mutafaqun ‘alaih)
Pembentukan kualitas
Pengaruh Akhlak > menjadikan penyakit hati
  1. Pengaruh terhadap individu (tentram, nyaman, produktif, cinta, kasih sayang)
  2. Pengaruh terhadap umat (produktivitas, penghormatan, keteladanan, keberkahan, keridhaan, kemuliaan)
Cacian makian itu tidak akan menambah keimanan & amal, tapi hanya akan menurunkan kualitas akhlak seseorang :)

Jihad


Tatsqif Jum’at Pagi @masjid Polines 25-01-2013

               Berbicara tentang jihad, maka akan berbicara pula tentang persiapannya, ciri-cirinya, bahkan syarat-syaratnya. Jika banyak yang berkata bahwa jihadnya muslim sekarang itu adalah bom, perang, dan sesuatu yang berbau kekerasan, maka itu SALAH BESAR! Karena ummat islam adalah ummat yang diajarkan untuk mencintai kedamaian, mengutamakan kelembutan, dan kerasnya bila ada yang mengganggu. :)
Oke, langsung ke pokok bahasan saja ya… Ni ringkasan materi dari hasil saya mengikuti tatsqif jum’at pagi. Karena mayoritas (bahkan mungkin semuanya) adalah mahasiswa/i, maka yang dibahas adalah tentang jihadnya seorang pelajar.

Jihad itu bermacam-macam kawan, jika jihadnya pelajar sekarang ini adalah menuntut ilmu lalu diamalkan dengan dakwah. Jihadnya seorang ibu adalah saat melahirkan. Jihadnya seorang ulama’ adalah menyebarkan dakwah dengan pengetahuannya. Dll.

ada sebuah kisah, saat kekhalifahan Turki Utsmani yang membuka negeri konstantiinopel. Saat itu, ulama’ menjadi penasehatnya, pelatih pemanah, meriam, dan persenjataan lainnya menjadi tamengnya dari musuh. Ini benar-benar menggambarkan bahwa jihad itu bukan sekadar kata-kata, tapi ia satu kata dengan luasan makna.

“Kemenangan itu akan didapat oleh orang-orang yang sabar”

Satu kalimat di atas menunjukkan bahwa kemenangan dari jihad hanya diperoleh orang-orang tertentu, yakni mereka yang sabar. Jika dikelupas lebih jauh, sabar itu susah ngedapetinnya, dia harus punya benteng aqidah.
Ada sebuah hadits riwayat Tirmidzi yang berbunyi,
"Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata : Ditanyakan kepada Rasulullah (saw), ‘Ya Rasulullah, apa yang dapat menyamai (pahala) Jihad? Rasulullah saw menjawab, “Sesungguhnya kalian tidak akan mampu melakukannya.”
Para sahabat mengulangi pertanyaan itu dua atau tiga kali. (Namun untuk) masing-masing pertanyaan Beliau (saw) bersabda, “Sesungguhnya kalian tidak akan mampu melakukannya.”
Rasulullah saw kemudian bersabda pada kali yang ketiga, “Perumpamaan orang yang berjihad di jalan Allah adalah seperti orang yang beribadah (pada malam hari) dan berpuasa (di siang hari) tanpa merasa penat melaksanakan solat atau puasa sampai orang yang berjihad itu kembali.” "

Kalau zaman sahabat dahulu, sebelum berjihad itu perlu banyak persiapannya, yang terpenting adalah persiapan tentang aqidahnya, syari’atnya, tarbiyah dzatiyah, syakhsiyah islamiyah, khouf & roja’ ditingkatkan, serta mahabbahnya kepada Allah terus ditambah.

Itulah mengapa Rasulullah dalam berdakwah, pertama yang coba dikuatkan adalah pelajaran aqidahnya, bukan langsung mengajak kaum kafir Quraisy berperang. Jika masih bisa bertahan, mengapa harus menumpahkan darah? Jika masih bisa mengajak dengan kelembutan, mengapa harus ada kekerasan? Jika belum ada keterdesakan untuk berperang, maka sabarlah dahulu dengan Allah sebagai pelindung kalian…

Ya, beliau Rasulullah SAW yang sangat cinta pada keindahan, kedamaian, ketenangan. Beliau yang selalu mengedepankan kekhusyukan, kesabaran, keadilan. Beliau yang selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan, memilih musyawarah sebagai sistemnya, pendapat para sahabat sebagai pilihannya, dan merujuk pada Al-Qur’an sebagai pedomannya.

Dalam Q.S Al-Baqarah (2) : 11-12 --> Islam=Al-Ishlah=damai
11. Dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi[24]". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan."
[24]. Kerusakan yang mereka perbuat di muka bumi bukan berarti kerusakan benda, melainkan menghasut orang-orang kafir untuk memusuhi dan menentang orang-orang Islam.
12. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.
Jadi, jihad jangan disalahartikan. Ada yang bilang bahwa jihad itu kata yang nyeremin, jihad itu kata-katanya teroris, jihad itu hanya milik orang-orang tertentu, bukan semua muslim. Padahal arti dari jihad pada zaman Rasulullah SAW sangat didamba-dambakan para sahabat, sekali ada seruan jihad, maka seluruh sahabat Rasul segera berbondong-bondong untuk mendaftarkan dirinya dalam momen yang dinantikan. Jihad bukan hanya membawa badan (jasadiyah) saja, namun jiwa (ruhiyah) juga harus lebih dipersiapkan, selain itu pemikiran/ide2 (fikriyah) juga sangat dibutuhkan. Oiya, sedikit menambahkan, kalau dahulu sebelum berperang para sahabat mempersiapkan hafalan qur’annya, maka bagaimana dengan kita? *muhasabah diri
Apa daya jika jasad sehat wal ‘afiyat, tapi kedekatannya pada Allah kurang. Apa arti jihad sebenarnya? Maka kajilah dahulu isi Al-Qur’an sebelum berbicara lebih lanjut tentang jihad :)