ADA SEPULUH ORANG SAHABAT YANG DIJAMIN MASUK SYURGA.
1. ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ
Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu'anhu (RA) adalah khalifah pertama,
setelah Nabi wafat. Beliau sahabat yang paling dekat dengan Rasulullah,
ke manapun Nabi pergi, beliau selalu menyertainya. Termasuk saat Rasul
dalam perjalanan hijrah dari Mekkah ke Madinah, suatu perjalanan yang
penuh dengan risiko.
Sejak remaja, Abu Bakar telah bersahabat dengan Nabi. Belia juga orang
yang pertama memeluk Islam. Tidak sulit baginya untuk mempercayai ajaran
Islam, kerana beliau tahu betul keagungan ahklak Rasulullah.
Demikian juga saat Nabi menyampaikan peristiwa Isra Mi'raj. Abu
Bakarlah sahabat yang pertama kali membenarkan peristiwa tersebut. Oleh
sebab itu, beliau diberi gelar oleh Rasulullah yakni Ash-Shiddiq (yang benar, jujur, dan membenarkan). Abu Bakar wafat dalam usia 63
tahun (13H). Beliau dimakamkan di Madinah bersebelahan dengan
makam Rasulullah.
2. 'UMAR BIN KHATTAB
'Umar bin Khattab RA adalah khalifah kedua. Beliau termasuk sahabat yang
sangat dikasihi oleh Nabi. Sebelum masuk Islam, beliau dikenal sebagai
seorang yang gagah perkasa dan sering mabuk. Seluruh penduduk Makkah
merasa takut kepadanya.
'Umar memeluk Islam setelah mendengar surat Thoha yang dibacakan
saudara perempuannya. Dia sangat keras dalam membela agama Allah. Beliau
menjadi salah satu benteng Islam yang mampu menyurutkan perlawanan
kaum Quraisy terhadap diri Nabi dan sahabat.
Saat 'Umar diangkat menjadi khalifah, daerah kekuasaan Islam bertambah.
Kerajaan Persia dan Romawi Timur dapat ditakluk dalam kurun waktu satu
tahun (636-637M). Pemimpin yang sederhana dan peduli pada rakyatnya
ini, wafat setelah dibunuh Abu Lukluk saat hendak memimpin shalat (23
H/644 M). Ia dimakamkan berdekatan dengan Abu Bakar dan Rasulullah.
3. 'USTMAN BIN AFFAN
'Ustman bin Affan RA adalah khalifah Islam ketiga. Pada saat
kepemimpinannya,beliau berhasil mengumpulkan wahyu, dan menyusunnya
dalam bentuk mushaf Al-Qur'an. 'Ustman bin Affan masuk Islam lewat
ajakan Abu Bakar. Beliau mendapat gelaran Dzun Nur 'Ain (pemilik dua
cahaya), kerana menikahi dua putri Nabi, Ruqqayah dan Ummu Kultsum.
'Ustman dikenal sebagai saudagar kaya dan dermawan. Beliau selalu
menafkahkan hartanya di jalan Allah. Saat berlakunya peperangan Tabuk,
'Ustman menyumbang lebih daripada 940 ekor unta, kemudian membawa 60
ekor kuda untuk menggenapinya menjadi 1000. 'Ustman wafat pada tahun
35H atau 655M.
4. 'ALI BIN ABI THALIB
'Ali bin Abi Thalib RA dilahirkan di Makkah tahun 598 Masehi. Ali
adalah orang yang pertama masuk Islam dari golongan anak-anak. Ali
terkenal orang yang sangat berani, ahli siasat perang, dan cerdas. Pada
saat
peristiwa hijrah, 'Ali tidur di atas tempat tidur Nabi. Sehingga, para
tentara Quraisy yang mengepung rumah Nabi, mengira Nabi masih berada di
dalam rumah. 'Ali wafat pada tahun 40 H, setelah ditikam oleh
Abdurrahman bin Muljam dengan pedang yang beracun setelah shalat
shubuh. Beliau meninggal dalam usia 63
tahun dan memegang jawatan khalifah selama 4 tahun 9 bulan. Beliau di makamkan di Kufah, Irak.
5. THALHAH BIN ADDULLAH
Thalhah bin Abdullah dikenal sebagai salah satu konsultan Rasulullah. Beliau berasal daripada suku Quraisy.
Saat berlakunya perang Uhud, Thalhah telah ikut serta. Dalam peperangan tersebut beliau menderita kerana
luka parah. Dia menjadikan dirinya sebagai sebuah perisai bagi
Rasulullah dan mengalihkan panah yang akan mengenai diri Nabi dengan
tangannya. Sehingga semua jari-jarinya putus. Thalhah wafat pada 36 H
atau 656 M. Beliau syahid ketika mengikuti perang Jamal.
6. ZUBEIR BIN AWWAM
Zubeir bin Awwam termasuk golongan yang pertama masuk Islam
(as-sabiqun al-awwalun). Usianya pada saat itu baru berumur 15
tahun. Pembelaannya terhadap Islam begitu nyata. Zubeir tidak pernah
tertinggal dalam berbagai pertempuran bersama kaum muslimin. Beliau
selalu berada di barisan hadapan medan peperangan. Sekujur tubuhnya
terdapat luka dari hasil peperangan. Beliau sangat dicintai Rasulullah.
Ketika terjadi perselisihan faham di antara kaum muslimin, Zubeir
tidak sedikitpun memihak yang berseteru. Ia malah berusaha
menyatukannya. Zubeir ditikam ketika sedang menghadap Allah, beliau
wafat pada tahun 36H atau 656M.
7. SA'AD BIN ABI WAQQAS
Sa'ad bin Abi Waqqas memeluk Islam saat berusia 17 tahun. Ia sangat
mahir menunggang kuda dan memanah. Jika belia memanah musuh dalam
sebuah peperangan pastilah tepat sasarannya. Hampir seluruh peperangan
belia ikuti.
Saat awal memeluk Islam, ibunya mengancam untuk mogok makan dan minum.
Dengan harapan, Sa'ad kembali ke ajaran nenek moyang. Namun, hampir
sang ibu menemui ajalnya, ancaman itu tetap tidak dihiraukan oleh
Sa'ad. Beliau tidak menjual keyakinannya dengan apapun, sekalipun
dengan nyawa ibunya.
Pada zaman pemerintahan khalifah Umar bin Khatab, Sa'ad diangkat
sebagai panglima tentera. Sa'ad wafat pada usia 70 tahun (55H atau
676M). Beliau di makamkan di tanah Baqi'
8. SA'ID BIN ZAID
Sa'id adalah di antara sahabat yang beruntung. Dia masuk Islam
bersama-sama isterinya, Fathimah binti al-Khattab, adik perempuan 'Umar
bin Khattab. Sa'id membaktikan segenap daya dan tenaganya untuk
berkhidmat kepada Islam. Ketika memeluk Islam usianya belum genap 20
tahun.
Sa'id turun berperang bersama Rasulullah dalam setiap peperangan.
Beliau juga turut bersama kaum muslimin menjatuhkan dan meruntuhkan
pemerintahan [singasana] Kisra Persia. Sa'id pernah diperintahkan
Rasulullah mengintip aktiviti musuh. Beliau wafat dalam usia 70 tahun
(51H atau 671M) dan di makamkan di Baqi' Madinah.
9.'ABDURRAHMAN BIN 'AUF
'Abdurrahman bin 'Auf termasuk tujuh orang yang pertama masuk Islam.
Beliau termasuk di antara sahabat Nabi yang mempunyai harta melimpah
hasil aktiviti perniagaan. Kejayaannya tidak membuat beliau lupa diri,
sebaliknya beliau selalu menafkahkan hartanya di jalan Allah. Bahkan
saat dia diberitakan Rasulullah bahwa dirinya dijamin masuk
surga, semangat sedekahnya makin membara. Tak kurang dari 40.000 dirham
perak, 40.000 dirham emas, 500 kuda perang, dan 1.500 ekor unta beliau
sumbangkan untuk perjuangan Islam. Abdurrahman sempat berhijrah ke
Habsyah sebanyak 2 kali. Beliau wafat pada
umur 72 tahun(32H atau 652M) di Baqi'.
10. ABU 'UBAIDAH BIN JARRAH
Rasulullah pernah memberikan pernyataan tentang Abu 'Ubaidah.
"Sesungguhnya setiap umat mempunyai orang kepercayaan, dan sesungguhnya
kepercayaan umat ini adalah Abu 'Ubaidah," begitu kata Rasulullah. Abu
'Ubaidah orang yang amanah dan jujur dalam berperilaku.
Abu Ubaidah masuk Islam melalui perantara Abu Bakar Ash-Shiddik pada
awal kerasulan nabi Muhammad SAW. Ia beberapa kali dipercaya Rasul
memimpin peperangan. Ia wafat pada tahun 18H atau 639M.
Demikianlah 10 sahabat-sahabat Nabi yang dijamin masuk surga melalui hadist Nabi Muhammad SAW.
sumber: http://cintarindurasul.blogspot.com/2011/10/10-sahabat-nabi-saw-yang-dijamin-masuk.html
apa yang kualami, apa yang kutulis, semua atas rencana-Nya. Allah Sutradara Terbaik! Percayalah ^_^
Tampilkan postingan dengan label Tsaqofah Islamiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tsaqofah Islamiyah. Tampilkan semua postingan
12 Februari 2013
Pilar Kebangkitan
Liqo’ 06-02-13
Kali ini saya hanya
ingin bercerita, bahwa di atas langit masih ada langit kan? :) itu tandanya ilmu dapat diperoleh darimana saja, termasuk disini...
Sore itu, saya
berjalan menuju gudang ilmu bersama salah seorang teman, masjid itu kutatap
dari kejauhan, megah, adem jiwa ini menatapnya, disana banyak muslim
sembahyang, menimba ilmu.
Bahkan anak-anak kecil itu pun datang
berbondong-bondong kesana, bertemu dengan teman-temannya, canda-tawa menghiasi
sudut-sudut masjid itu,tapi kadang juga ada tangis yang menghampiri wajah si
anak kecil itu :). Memandang mereka
memberikan kesejukan tersendiri. Apalagi hari ini, saya bukan hanya datang
untuk menikmati pemandangan itu, tapi untuk menimba ilmu, mengisi kembali
ruhiyah yang kini saya kira telah meminta mata air surga itu.
Tilawah, muroja’ah,
bahkan hafalan itu seakan menjadi muara surga yang saat itu saya rasakan di
tengah hembusan angin segar sore hari. Sejuk, betapa indah memandang kebesaran
Ilahi di rumah sembahyang ini yang dihiasi dengan kata-kata cinta-Nya.
Senyum saudari-saudari
seiman yang saya rindukan sedikit melepas penat yang akhir-akhir ini melanda
pikiran dan hati. Mengenang senyum itu saja terasa menyejukkan, apalagi jika
melihatnya langsung dan merasakan aura kasih sayang dari mereka. Inilah kasih
sayang dan cinta sejati, cinta kepada saudara-saudari seiman yang datang di
setiap waktu, bukan hanya di salah satu hari yang biasa diperdengarkan orang,
yang mereka sebut dengan Valentine's Day.
***
Kali ini beliau bercerita tentang suatu kisah yang menunjuk
pada Arkanul Bai’ah ke-7. Tsabat, ya, ‘Keteguhan’. Kembali diingatkan, bahwa 10
poin yang biasanya hanya sekadar dihafal, namun saat itu kami diminta untuk
menelaah lebih jauh, tentang apa sebenarnya Arkanul Bai’ah, terutama poin ke-7
ini.
Selalu mendengar seorang berkata, ‘Hanya akan ada 2 proses yang seharusnya berjalan, mencapai tujuan atau
gugur sebagai syahid!’ , tak ada istilah berhenti atau hanya maju
selangkah, apalagi memundurkan langkah. Karena tujuan hanya 1 dan harus slalu
diperjuangkan!
Hmm.. mungkin dalam
tulisan ini tak hanya ada poin-poin yang biasanya tertulis, =mungkin agak
belibet, tapi saya sedang mood untuk menulisnya dalam kalimat cerita, tak apa
kan? :)=
Dalam keramaian suara
kendaraan yang lalu lalang di jalan, kalimat per kalimat yang beliau sampaikan
seakan menjadi angin kesejukan, air pelepas dahaga, obor pemantik semangat,
bahkan sebagai pengingat untuk slalu memperbaiki diri.
‘Kesalahan yang biasa
terjadi dalam kehidupan kita itu sebenarnya adalah sebuah pemantik semangat
yang akan slalu menjadi perisai diri kita untuk berada daam keteguhan yang
nyata.’
Ia bukan sesuatu yang harus slalu diratapi seakan semuanya telah
berakhir, namun jadikan ia sebagai pelecut semangat dan awal dari sebuah
keberhasilan. Melakukan suatu kesalahan bukan berarti harus mundur dari
kewajiban, namun kesalahan itu seharusnya menjadi satu semangat untuk slalu
menjadi da’i/da’iyah yang menyebarkan aroma dakwah di segala penjuru. Menjadi
sebuah perbaikan dari hikmah yang dapat diambil. Dan selalu memperbanyak do’a
kepada Allah SWT.
Ada 3 yang menjadi prioritas kebangkitan dakwah:
-
Memperbaiki diri,
-
Menuntaskan amalan-amalan dakwah, dan
-
Memperjuangkan agama.
Dalam Q.S. Al-Ahzab(33) :23
23. Di antara
orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka
janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara
mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu[1208] dan mereka tidak merubah
(janjinya),
[1208]. Maksudnya menunggu apa yang telah Allah
janjikan kepadanya.
Ada 3 pilar
kebangkitan:
-
Meminta
pertolongan kepada Allah, yaitu dengan muhasabah diri dan aspek tarbawinya
ditingkatkan. Karena dibalik pengetahuan logis manusia, Allah punya kekuatan
tersendiri yang tak pernah bisa kita bayangkan dengan akal kita. Ada yang
berpendapat bahwa yang penting kerja, tak usah do’a? Pendapat yang salah besar.
Ada yang bilang bahwa Liqo’ libur
karena suatu urusan? Saat ditanya, “Akh/Ukht, liqo’ kapan?” dan jika dijawab,
“Liqo’nya libur dlu ya, lagi panas pemilihan nih”. Hmm… seorang murobbi yang
berkata seperti itu adalah sesuatu yang tak bisa dibenarkan. Karena dalam
keadaan perang sedang berkecamuk sekalipun, Rasulullah tetap memberikan taujih
kepada sahabat-sahabatnya, semakin mendekatkan diri pada Allah, bahkan lebih
daripada hari-hari aman sebelum perang. Kita? Seringkali mengedepankan diskusi politik yang mungkin perlu untuk dilakukan, tapi aspek
tarbawi, isi ruhiyah?? Seharusnya juga diseimbangkan bahkan jika perlu lebih
dari sebelum-sebelumnya.
-
Kesolidan
internal ukhuwah, adalah poin yang sangat penting. Karenanya harus slalu menghadirkan
ketsiqohan dalam diri, mengedepankan husnudzon, dan tabayun jika ada sesuatu
yang menjadi permasalahan. Ada sebuah kalimat, “perjalanan paling indah adalah
masa-masa berjuang dengan saudara-saudari seiman.”
Dan yang menjadi catatan, ukhuwah
itu tak perlu dipertanyakan, karena ia adalah akibat dari iman.
-
Kerja
keras. Ya, pilar kebangkitan ke-3 adalah kerja keras, bagaimana bisa kita
yang hanya berdiam diri dapat mengubah suatu keadaan? Bagaimana bisa
orang-orang yang tak pandai me-manage waktunya
bisa menjadi orang-orang yang beruntung? Karena telah Allah sebutkan dalam Q.S.
Al-‘Ashr: 1-3 “Demi waktu. Sesungguhnya
manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan ber’amal
sholih dan saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.”
Maka dari itu, harus ada kerja
keras di setiap waktu dan tujuan yang ada. Dan jangan pernah lupakan bahwa yang
sebenarnya menjadi kunci dalam berdakwah adalah ‘komunikasi’. Ada orang yang tidak datang tepat waktu, ada pula
mereka yang tak hadir tanpa izin, bahkan ada yang tak pernah konfirmasi tapi
tiba-tiba di hari H mereka protes dengan berbagai pendapat mereka. Padahal
sebelumnya mereka tak pernah hadir dikala dibutuhkan pendapatnya, ditunggu
kehadirannya. Dan semua itu menjadi salah satu ‘penghancur’ sebenarnya. Karena
izin itu adalah sesuatu yang penting dan telah disebutkan Allah dalam surat
cinta-Nya, Q.S. An-Nur (24) : 62
62. Sesungguhnya yang sebenar-benar orang
mukmin ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan apabila
mereka berada bersama-sama Rasulullah dalam sesuatu urusan yang memerlukan
pertemuan, mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta izin
kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang
meminta izin kepadamu (Muhammad) mereka itulah orang-orang yang beriman kepada
Allah dan rasul-Nya, maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena
sesuatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara
mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
>> telah
Allah jelaskan bahwa IZIN adalah
bagian dari IMAN.
Jangan sampai
sesuatu yang sebenarnya telah kita ketahui kesalahannya, kita ulangi kembali.
Dan jangan sampai kita tak ingin berpindah ke arah yang lebih baik dengan
melihat perjalanan masa lalu. Semoga Allah selalu merahmati dan membimbing
langkah-langkah kita selalu dalam kebaikan dan ridho dari-Nya. Aamiin..
***
Ya, adzan maghrib berkumandang, sesi sore itu akhirnya ditutup dengan
doa penutup majelis. Ya Allah.. bimbing selalu langkah kami, berikan slalu
ketenangan, keberanian, bahkan semangat dalam hati ini, karena Engkau-lah Sang
Pembolak Balik Hati, dan jadikan pertemuan-pertemuan kami sebagai perantara
hidayah-Mu… :)
04 Februari 2013
Penyakit Dalam Dakwah
LQ, 24-09-12
Penyakit dalam berdakwah itu ada 2 macam, diantaranya :
- Berkaitan dengan maknawiyah
Ruh, maknawi adalah kekuatan
dalam berdakwah dan tanda seseorang memiliki karakter yang kuat.
“sesungguhnya sukses kehidupan
itu tidak ditentukan oleh kebahagiaan, tapi ketika seseorang itu punya jiwa
yang bersih. Semakin bertambah usia seharusnya semakin bersih hatinya ^_^”
Dalam berdakwah, amanah bukanlah
seseuatu yang melelahkan, tapi amanah akan menambah kedekatan dan kecintaan
kepada Allah SWT.
Amanah ≠ lelah
= bertambah dekat & cinta pada Allah
Misal: para sahabat yang berfastabiqul khoirot dalam peperangan.
a. Munculnya
dakwah karena reaktif. Orang-orang yang menunggu masalah, bukan orang-orang
yang munafik/berpikir jauh ke depan, cenderung cuek.
b. Muncul
karena figuritas (al-hujaiyyah)
Dakwah = pemberian
≠
permintaan
c. Dakwah
yang merasa kelompoknya paling baik, saling menjauhkan kecuali masalah aqidah.
Misal: penghinaan terhadap Rasul, cepat menyalahkan pendapat orang
- Berkaitan dengan ‘Amaliyah
a. Dakwah
yang parsial bukan syumul, terkadang salah prioritas.
“pahala yang terbaik itu di
tatanan teknis” à
maksudnya bukan konseptor tidak diperlukan, tapi seharusnya jika berdakwah itu
bukan hanya berkonsep ria, tapi juga
turun tangan dalam tataran teknis, bukan hanya orang yang OmDo (omong doang). Bukan parsial, tapi syumul!
Dakwah tak mengenal kata ganda,
bukan setengah-setengah, tapi TOTALITAS!
b. Taklid
tanpa adanya pemahaman.
--> Berdakwah haruslah berdasarkan pemahaman yang
ada, bukan hanya taklid (ikut-ikutan). Kritis bukan debat. Paham bukan taklid.
c. Dakwah
yang tidak ada tujuan & sasaran, tanpa adanya perencanaan & evaluasi.
d. Attaqiyah
/ tambah sulam syari’at.
Tafsir Q.S. Al-Hadid (57): 12-16
LQ, 13-01-13 @maskam
Surat Al Hadiid terdiri atas 29 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Az Zalzalah.
Dinamai Al Hadiid (Besi), diambil dari perkataan Al Hadiid yang terdapat pada ayat 25 surat ini.
Pokok-pokok isinya:
1. Keimanan:
Hanya kepada Allah kembali semua urusan; beberapa sifat Allah dan beberapa Asmaa-ul Husna serta pernyataan kekuasaan Allah di langit dan di bumi.
2. Hukum-hukum:
Perintah menafkahkan harta.
3. Dan lain-lain:
Keadaan orang-orang munafik di hari kiamat; hakikat kehidupan dunia dan kehidupan akhirat; tujuan penciptaan besi; tujuan diutusnya para rasul; kehidupan kerahiban dalam agama Nasrani bukan berasal dari ajaran Nabi Isa a.s.; celaan kepada orang-orang bakhil dan orang yang menyuruh orang-orang lain berbuat bakhil.
Hanya kepada Allah kembali semua urusan; beberapa sifat Allah dan beberapa Asmaa-ul Husna serta pernyataan kekuasaan Allah di langit dan di bumi.
2. Hukum-hukum:
Perintah menafkahkan harta.
3. Dan lain-lain:
Keadaan orang-orang munafik di hari kiamat; hakikat kehidupan dunia dan kehidupan akhirat; tujuan penciptaan besi; tujuan diutusnya para rasul; kehidupan kerahiban dalam agama Nasrani bukan berasal dari ajaran Nabi Isa a.s.; celaan kepada orang-orang bakhil dan orang yang menyuruh orang-orang lain berbuat bakhil.
Surat Al Hadiid pada umumnya menerangkan hal-hal yang berhubungan
dengan anjuran bernafkah dan membelanjakan harta di jalan Allah. Dan
juga menerangkan bahwa Allah mengutus para nabi dengan membawa agama
untuk kebahagiaan hidup manusia di samping itu menciptakan besi yang
bermanfaat bagi manusia dalam kehidupannya dan untuk mempertahankan
agama yang dibawa oleh rasul-rasul itu.
يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُم بَيْنَ
أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِم بُشْرَاكُمُ الْيَوْمَ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِن
تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ
الْعَظِيمُ
12. (yaitu)
pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang
cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan
kepada mereka): "Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) syurga
yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah
keberuntungan yang besar."
--> cerita tentang orang-orang beriman, keberuntungan
mereka karena memperoleh ketenangan yang agung. “orang-orang yang bercahaya” Hadits yang
menjelaskan tentang orang-orang yang bercahaya di hari akhir
يَوْمَ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ لِلَّذِينَ آمَنُوا
انظُرُونَا نَقْتَبِسْ مِن نُّورِكُمْ قِيلَ ارْجِعُوا وَرَاءكُمْ
فَالْتَمِسُوا نُوراً فَضُرِبَ بَيْنَهُم بِسُورٍ لَّهُ بَابٌ بَاطِنُهُ
فِيهِ الرَّحْمَةُ وَظَاهِرُهُ مِن قِبَلِهِ الْعَذَابُ
13. Pada
hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada
orang-orang yang beriman: "Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil
sebahagian dari cahayamu." Dikatakan (kepada mereka): "Kembalilah
kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)." Lalu diadakan di
antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan
di sebelah luarnya dari situ ada siksa.
--> Golongan-golongan yang berusaha ‘mencari cahaya’, tapi terdapat dinding
pemisah antara orang-orang beriman & orang-orang munafik.
يُنَادُونَهُمْ أَلَمْ نَكُن مَّعَكُمْ قَالُوا بَلَى وَلَكِنَّكُمْ
فَتَنتُمْ أَنفُسَكُمْ وَتَرَبَّصْتُمْ وَارْتَبْتُمْ وَغَرَّتْكُمُ
الْأَمَانِيُّ حَتَّى جَاء أَمْرُ اللَّهِ وَغَرَّكُم بِاللَّهِ الْغَرُورُ
--> tentang penjelasan kenapa orang-orang yang di
dunia berjalan bersama-sama, tetapi pada saat di akhirat terpisah. Salah satu
alasannya adalah ‘mereka telah terpedaya
oleh syetan’ hanya dengan angan-angan kosong / tipuan syetan.
فَالْيَوْمَ لَا يُؤْخَذُ مِنكُمْ فِدْيَةٌ وَلَا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا
مَأْوَاكُمُ النَّارُ هِيَ مَوْلَاكُمْ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
--> tentang ‘tempat
akhir, tempat kembali’
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ
اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا
الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ
وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ
16. Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.
--> tentang ‘teguran’
Allah kepada orang-orang terdahulu yang hati mereka menjadi keras, yakni
orang-orang fasik.
Menuntaskan amanah, amal yang menghujam
-Hawariyyun Muslimin-
Pentingnya Akhlak bagi Seorang Da’i
LQ, 1 juli 2012 @maskam
Ajaran Rasulullah memiliki 3 Komponen Asasi diantaranya:
- Aqidah
- Syari’ah
- Akhlaq
Mengapa akhlak ada di urutan terakhir? Ya, karena sebelum
suatu perbuatan itu diperlihatkan maka harus kuat dan kokoh dulu pengetahuan
aqidah dan syari’ah. Disini yang akan dibahas adalah masalah akhlak, terutama
akhlak seorang da’i/da’iyah.
Akhlak itu dapat dilihat dari 3 faktor, diantaranya:
- Hikmah (kata-kata bijak)
>> dalam Q.S. An-Nahl : 125
disebutkan bagaimana sebenarnya hikmah itu, “Serulah (manusia)
kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan
cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa
yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang
mendapat petunjuk.”
Hikmah adalah perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang
hak dengan yang bathil.
- Mau’izhah hasanah (nasihat yang baik)
>> Seseorang dapat dilihat
bagaimana akhlaknya yang sebenarnya dari bagaimana dia memberikan
nasihat-nasihat yang baik kepada saudaranya.
Akhlak berasal dari khuluk, yang artinya adalah perangai,
tabiat yang hal itu merupakan suatu faktor yang mungkin telah melekat dalam
pada diri seseorang dan sulit untuk dirubah.
- Jadilhum billati hiya ahsan (dengan cara yang baik & benar)
>> Sekali lagi, akhlak
bukan hanya dilihat dari perkataan seseorang saja, tapi lebih kepada perbuatan
/ amal, serta bagaimana kebiasaannya. Jika boleh dibilang, akhlak itu adalah
suatu perbuatan yang spontan, bukan suatu yang dibuat-buat
Sumber akhlak islam ada 2, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Faktor Pembentuk Akhlak ada 4, yaitu:
- Genetik
>> Tarbiyah slalu mengajari untuk memperhalus
akhlak
- Psikologis
- Sosial
>> Tarbiyah sangat berhubungan dengan sosial masyarakat,
lingkungan seseorang sangat mempengaruhi bagaimana akhlaknya.
- Nilai Islam
>> Interpretasi dari akhlak adalah nilai-nilal
islam
Akhlak adalah perhiasan terindah yang akan slalu dikenang.
Dia adalah bukti kemuliaan seorang muslim.
Q.S. Al-Anfal : 47 “Katakanlah:
"Terangkanlah kepadaku jika datang siksaan Allah kepadamu dengan
sekonyong-konyong, atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan (Allah)
selain dari orang yang zalim?"”
Akhlak Rasulullah saat berdakwah kepada kaum
Quraisy & objek dakwah lain
>> Dakwah saat ini
Q.S. Thaha : 43-44
Q.S. Fushshilat : 33-34
Akhlak adalah cerminan dari keimanan dan
keislaman seseorang. Amar ma’ruf nahi munkar. Q.S. Al-Ankabut : 45
“Tidak ada yang lebih berat seorang hamba di
hari kiamat selain keluhuran akhlaknya” (H.R. Tirmidzi)
“Sesungguhnya termasuk insan pilihan
diantara kalian adalah yang terbaik akhlaknya.” (Mutafaqun ‘alaih)
Pembentukan kualitas
Pengaruh Akhlak > menjadikan penyakit hati
- Pengaruh terhadap individu (tentram, nyaman, produktif, cinta, kasih sayang)
- Pengaruh terhadap umat (produktivitas, penghormatan, keteladanan, keberkahan, keridhaan, kemuliaan)
Cacian makian itu tidak akan menambah keimanan & amal, tapi hanya akan menurunkan kualitas akhlak seseorang :)
Jihad
Tatsqif Jum’at Pagi @masjid Polines 25-01-2013
Berbicara tentang jihad, maka
akan berbicara pula tentang persiapannya, ciri-cirinya, bahkan
syarat-syaratnya. Jika banyak yang berkata bahwa jihadnya muslim sekarang itu
adalah bom, perang, dan sesuatu yang berbau kekerasan, maka itu SALAH BESAR!
Karena ummat islam adalah ummat yang diajarkan untuk mencintai kedamaian,
mengutamakan kelembutan, dan kerasnya bila ada yang mengganggu. :)
Oke, langsung ke pokok bahasan
saja ya… Ni ringkasan materi dari hasil saya mengikuti tatsqif jum’at pagi.
Karena mayoritas (bahkan mungkin semuanya) adalah mahasiswa/i, maka yang
dibahas adalah tentang jihadnya seorang pelajar.
Jihad itu bermacam-macam kawan,
jika jihadnya pelajar sekarang ini adalah menuntut ilmu lalu diamalkan dengan
dakwah. Jihadnya seorang ibu adalah saat melahirkan. Jihadnya seorang ulama’
adalah menyebarkan dakwah dengan pengetahuannya. Dll.
ada sebuah kisah, saat kekhalifahan
Turki Utsmani yang membuka negeri konstantiinopel. Saat itu, ulama’ menjadi penasehatnya,
pelatih pemanah, meriam, dan persenjataan lainnya menjadi tamengnya dari musuh.
Ini benar-benar menggambarkan bahwa jihad itu bukan sekadar kata-kata, tapi ia
satu kata dengan luasan makna.
“Kemenangan itu akan didapat oleh orang-orang yang sabar”
Satu kalimat di atas menunjukkan
bahwa kemenangan dari jihad hanya diperoleh orang-orang tertentu, yakni mereka
yang sabar. Jika dikelupas lebih jauh, sabar itu susah ngedapetinnya, dia harus
punya benteng aqidah.
Ada sebuah hadits riwayat
Tirmidzi yang berbunyi,
"Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata : Ditanyakan kepada Rasulullah
(saw), ‘Ya Rasulullah, apa yang dapat menyamai (pahala) Jihad?
Rasulullah saw menjawab, “Sesungguhnya kalian tidak akan mampu
melakukannya.”
Para sahabat mengulangi pertanyaan itu dua atau tiga kali. (Namun untuk) masing-masing pertanyaan Beliau (saw) bersabda, “Sesungguhnya kalian tidak akan mampu melakukannya.”
Rasulullah saw kemudian bersabda pada kali yang ketiga, “Perumpamaan orang yang berjihad di jalan Allah adalah seperti orang yang beribadah (pada malam hari) dan berpuasa (di siang hari) tanpa merasa penat melaksanakan solat atau puasa sampai orang yang berjihad itu kembali.” "
Para sahabat mengulangi pertanyaan itu dua atau tiga kali. (Namun untuk) masing-masing pertanyaan Beliau (saw) bersabda, “Sesungguhnya kalian tidak akan mampu melakukannya.”
Rasulullah saw kemudian bersabda pada kali yang ketiga, “Perumpamaan orang yang berjihad di jalan Allah adalah seperti orang yang beribadah (pada malam hari) dan berpuasa (di siang hari) tanpa merasa penat melaksanakan solat atau puasa sampai orang yang berjihad itu kembali.” "
Kalau zaman sahabat dahulu,
sebelum berjihad itu perlu banyak persiapannya, yang terpenting adalah
persiapan tentang aqidahnya, syari’atnya, tarbiyah dzatiyah, syakhsiyah
islamiyah, khouf & roja’ ditingkatkan, serta mahabbahnya kepada Allah terus
ditambah.
Itulah mengapa Rasulullah dalam
berdakwah, pertama yang coba dikuatkan adalah pelajaran aqidahnya, bukan
langsung mengajak kaum kafir Quraisy berperang. Jika masih bisa bertahan,
mengapa harus menumpahkan darah? Jika masih bisa mengajak dengan kelembutan,
mengapa harus ada kekerasan? Jika belum ada keterdesakan untuk berperang, maka
sabarlah dahulu dengan Allah sebagai pelindung kalian…
Ya, beliau Rasulullah SAW yang
sangat cinta pada keindahan, kedamaian, ketenangan. Beliau yang selalu
mengedepankan kekhusyukan, kesabaran, keadilan. Beliau yang selalu berhati-hati
dalam mengambil keputusan, memilih musyawarah sebagai sistemnya, pendapat para
sahabat sebagai pilihannya, dan merujuk pada Al-Qur’an sebagai pedomannya.
Dalam Q.S Al-Baqarah (2) : 11-12 -->
Islam=Al-Ishlah=damai
11. Dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat
kerusakan di muka bumi[24]". Mereka menjawab:
"Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan."
[24]. Kerusakan yang mereka perbuat
di muka bumi bukan berarti kerusakan benda, melainkan menghasut orang-orang
kafir untuk memusuhi dan menentang orang-orang Islam.
12. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah
orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.
Jadi, jihad jangan
disalahartikan. Ada yang bilang bahwa jihad itu kata yang nyeremin, jihad itu kata-katanya teroris, jihad itu hanya milik orang-orang tertentu, bukan semua
muslim. Padahal arti dari jihad pada zaman Rasulullah SAW sangat
didamba-dambakan para sahabat, sekali ada seruan jihad, maka seluruh sahabat
Rasul segera berbondong-bondong untuk mendaftarkan dirinya dalam momen yang
dinantikan. Jihad bukan hanya membawa badan (jasadiyah) saja, namun jiwa
(ruhiyah) juga harus lebih dipersiapkan, selain itu pemikiran/ide2 (fikriyah)
juga sangat dibutuhkan. Oiya, sedikit menambahkan, kalau dahulu sebelum berperang
para sahabat mempersiapkan hafalan qur’annya, maka bagaimana dengan kita?
*muhasabah diri
Apa daya jika jasad sehat wal
‘afiyat, tapi kedekatannya pada Allah kurang. Apa arti jihad sebenarnya? Maka
kajilah dahulu isi Al-Qur’an sebelum berbicara lebih lanjut tentang jihad :)
Langganan:
Postingan (Atom)