04 Februari 2013

Tekad-Izzatul Islam

Kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri
Aral menghadang dan kedzaliman yang kan kami hadapi
Kami relakan jua serahkan dengan tekad di hati
Jasad ini, darah ini sepenuh ridho Ilahi
Kami adalah panah-panah terbujur
Yang siap dilepaskan dari bujur
Tuju sasaran, siapapun pemanahnya

Kami adalah pedang-pedang terhunus
Yang siap terayun menebas musuh
Tiada peduli siapapun pemegangnya

Asalkan ikhlas di hati tuk hanya Ridho Ilahi

Kami adalah tombak-tombak berjajar
Yang siap dilontarkan dan menghujam
Menembus dada lantakkan keangkuhan

Kami adalah butir-butir peluru
Yang siap ditembakkan dan melaju
Mengoyak dan menumbang kezaliman

Asalkan ikhlas di hati tuk jumpa wajah Ilahi Rabbi

Kami adalah mata pena yang tajam
Yang siap menuliskan kebenaran
Tanpa ragu ungkapkan keadilan

Kami pisau belati yang selalu tajam
Bak kesabaran yang tak pernah akan padam
Tuk arungi dakwah ini, jalan panjang

Asalkan ikhlas dihati menuju jannah Ilahi Rabbi

Izzatul Islam

NASYID PERMATA TARBIYAH


Angin malam berhembus
sendu mengiris kelam
sepoi membelai jiwa
hanyut dalam buaian

bagai menyambut sukma
mujahidah mulia
songsong janji setia
dalam peluk ridho-NYA

malam menagih dalam rindu
saat waktunya tiba
kita berpisah dalam fana
kelak kita berjumpa

Duhai permata tarbiyah
anggun dalam keteguhan
duhai penyemai bunga dakwah
harum mewangi buana

jejak langkah kau semaikan
kan terpatri dalam diri
jejak langkah kau semaikan
kan abadi dalam hati

Puisi:
Ya Robb, aku sedang memikirkn posisiku kelak di akhirat nanti.
Mungkinkah aku berdampingan dengan ‘penghulu para wanita: seperti Khodijah Alkubro yang berjuang dengan harta dan jiwanya?
Atau dengan Hafsah binti Umar yang dibela oleh Allah saat akan diceraikan karena showamah dan qowamahnya?
Atau dengan Aisyah yang telah hafal 3500an hadist, sedangkan aku…ehmmm 500 juga belum…
atau dengan ummu Sulaim yang shobiroh,
atau dengan Asma yang mengurus kendaraan suaminya dan mencela putranya saat istirahat dari jihad?…
Atau dengan siapa ya?…
Ya Allah tolong beri kekuatan untuk mengejar amaliyah mereka sehinga aku layak bertemu mereka bahkan bisa berbincang dengan mereka ditaman firdaus-Mu

Izzatul Islam

Penyakit Dalam Dakwah

LQ, 24-09-12

Penyakit dalam berdakwah itu ada 2 macam, diantaranya :
  1. Berkaitan dengan maknawiyah
Ruh, maknawi adalah kekuatan dalam berdakwah dan tanda seseorang memiliki karakter yang kuat.
“sesungguhnya sukses kehidupan itu tidak ditentukan oleh kebahagiaan, tapi ketika seseorang itu punya jiwa yang bersih. Semakin bertambah usia seharusnya semakin bersih hatinya ^_^”
Dalam berdakwah, amanah bukanlah seseuatu yang melelahkan, tapi amanah akan menambah kedekatan dan kecintaan kepada Allah SWT.

Amanah ≠ lelah 
 = bertambah dekat & cinta pada Allah

Misal: para sahabat yang berfastabiqul khoirot dalam peperangan.
a.       Munculnya dakwah karena reaktif. Orang-orang yang menunggu masalah, bukan orang-orang yang munafik/berpikir jauh ke depan, cenderung cuek.
b.      Muncul karena figuritas (al-hujaiyyah)
Dakwah = pemberian
 ≠ permintaan
c.       Dakwah yang merasa kelompoknya paling baik, saling menjauhkan kecuali masalah aqidah.
Misal: penghinaan terhadap Rasul, cepat menyalahkan pendapat orang

  1. Berkaitan dengan ‘Amaliyah
a.       Dakwah yang parsial bukan syumul, terkadang salah prioritas.
“pahala yang terbaik itu di tatanan teknis” à maksudnya bukan konseptor tidak diperlukan, tapi seharusnya jika berdakwah itu bukan hanya berkonsep ria, tapi juga turun tangan dalam tataran teknis, bukan hanya orang yang OmDo (omong doang). Bukan parsial, tapi syumul!
Dakwah tak mengenal kata ganda, bukan setengah-setengah, tapi TOTALITAS!
b.      Taklid tanpa adanya pemahaman.
--> Berdakwah haruslah berdasarkan pemahaman yang ada, bukan hanya taklid (ikut-ikutan). Kritis bukan debat. Paham bukan taklid.
c.       Dakwah yang tidak ada tujuan & sasaran, tanpa adanya perencanaan & evaluasi.
d.      Attaqiyah / tambah sulam syari’at.