20 Juni 2011

Tahukah Kalian apa itu Banjir???

Banjir Dan Penyebabnya
Banjir adalah dimana suatu daerah dalam keadaan tergenang oleh air dalam jumlah yang begitu besar. Sedangkan banjir bandang adalah banjir yang datang secara tiba-tiba yang disebabkan oleh karena tersumbatnya sungai maupun karena pengundulan hutan disepanjang sungai sehingga merusak rumah-rumah penduduk maupun menimbulkan korban jiwa.
Bencana banjir hampir setiap musim penghujan melanda Indonesia. Berdasarkan nilai kerugian dan frekuensi kejadian bencana banjir terlihat adanya peningkatan yang cukup berarti. Kejadian bencana banjir tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor alam berupa curah hujan yang diatas normal dan adanya pasang naik air laut. Disamping itu faktor ulah manusia juga berperan penting seperti penggunaan lahan yang tidak tepat (pemukiman di daerah bantaran sungai, di daerah resapan, penggundulan hutan, dan sebagainya), pembuangan sampah ke dalam sungai, pembangunan pemukiman di daerah dataran banjir dan sebagainya.
Kenali Penyebab Banjir
Curah hujan tinggi
Permukaan tanah lebih rendah dibandingkan muka air laut.
Terletak pada suatu cekungan yang dikelilingi perbukitan dengan pengaliran air keiuar sempit.
Banyak  pemukiman yang dibangun pada dataran sepanjang sungai.
Aliran sungai tidak lancar akibat banyaknya sampah serta bangunan di pinggir sungai.
Kurangnya tutupan lahan di daerah hulu sungai.  
Tindakan Untuk Mengurangi Dampak Banjir   
Penataan daerah aliran sungai secara terpadu dan sesuai fungsi lahan.
Pembangunan sistem pemantauan dan peringatan dini pada bagian sungai yang sering menimbulkan banjir.
Tidak membangun rumah dan pemukiman di bantaran sungai serta daerah banjir.
Tidak membuang sampah ke dalam sungai. Mengadakan Program Pengerukan sungai.
Pemasangan pompa untuk daerah yang lebih rendah dari permukaan laut.
Program penghijauan daerah hulu sungai harus selalu dilaksanakan serta mengurangi aktifitas di bagian sungai rawan banjir.

Yang Harus Dilakukan Sebelum Banjir

Di Tingkat Warga
Bersama aparat terkait dan pengurus RT/RW terdekat bersihkan lingkungan sekitar Anda, terutama pada saluran air atau selokan dari timbunan sampah.
Tentukan lokasi Posko Banjir yang tepat untuk mengungsi lengkap dengan fasilitas dapur umum dan MCK, berikut pasokan air bersih melalui koordinasi dengan aparat terkait, bersama pengurus RT/RW di lingkungan Anda.
Bersama pengurus RT/RW di lingkungan Anda, segera bentuk tim penanggulangan banjir di tingkat warga, seperti pengangkatan Penanggung Jawab Posko Banjir.
Koordinasikan melalui RT/RW, Dewan Kelurahan setempat, dan LSM untuk pengadaan tali, tambang, perahu karet dan pelampung guna evakuasi.
Pastikan pula peralatan komunikasi telah siap pakai, guna memudahkan mencari informasi, meminta bantuan atau melakukan konfirmasi.
Di Tingkat Keluarga
 
Simak informasi terkini melalui TV, radio atau peringatan Tim Warga tentang curah hujan dan posisi air pada pintu air.
Lengkapi dengan peralatan keselamatan seperti: radio baterai, senter, korek gas dan lilin, selimut, tikar, jas hujan, ban karet bila ada.
Siapkan bahan makanan mudah saji seperti mi instan, ikan asin, beras, makanan bayi, gula, kopi, teh dan persediaan air bersih.
Siapkan obat-obatan darurat seperti: oralit, anti diare, anti influenza.
Amankan dokumen penting seperti: akte kelahiran, kartu keluarga, buku tabungan, sertifikat dan benda-benda berharga dari jangkauan air dan tangan jahil.
Yang Harus Dilakukan Saat Banjir
Matikan aliran listrik di dalam rumah atau hubungi PLN untuk mematikan aliran listrik di wilayah yang terkena bencana,
Mengungsi ke daerah aman sedini mungkin saat genangan air masih memungkinkan untuk diseberangi.
Hindari berjalan di dekat saluran air untuk menghindari terseret arus banjir. Segera mengamankan barang-barang berharga ketempat yang  lebih tinggi.
Jika air terus meninggi hubungi instansi yang  terkait dengan penanggulangan bencana  seperti Kantor Kepala Desa, Lurah ataupun Camat.
Yang Harus Dilakukan Setelah Banjir
Secepatnya membersihkan rumah, dimana lantai pada umumnya tertutup lumpur dan gunakan antiseptik untuk membunuh kuman penyakit.
Cari dan siapkan air bersih untuk menghindari terjangkitnya penyakit diare yang sering berjangkit setelah kejadian banjir. 
Waspada terhadap kemungkinan binatang berbisa seperti ular dan lipan, atau binatang penyebar penyakit seperti tikus, kecoa, lalat, dan nyamuk. 
Usahakan selalu waspada apabila kemungkinan terjadi banjir susulan.
                         
Sumber : Leaflet Set BAKORNAS  PBP

Syuting Menyebabkan Konflik Hati

Saat-saat pembuatan film
Membuat film memang tak mudah. Banyak konflik-konflik yang terjadi disana. Seperti yang telah saya rasakan bersama teman-teman selama ini. selalu ada pertengkaran, beda pendapat, ada yang sakit hati, ada yang beum puas tapi yang lainnya menganggap itu tak perlu lagi diulang dan masalah-masalah yang lainnya.
Pernah saat syuting berlangsung, adzan telah memanggil-manggil, tapi teman-teman sekelompok tekom ini tak kunjung beranjak dari tempatnya. Saya yang biasanya tak pernah mau sholat diulur-ulur hanya mengatakan “Ayo-ayo sholat ashar dulu cuy…” tapi ternyata tak ada yang menanggapi. Saat mereka masih sibuk dengan shoot dan shoot, kesabaran saya masih bisa terbendung. Namun lama-lama saya juga tak tahan. Kembali saya mengajak mereka untuk melaksanakan sholat ashar dulu. Karena saat syuting itu lokasinya tak dekat dengan mushola/masjid, dan masalah selanjutnya adalah saya tak bawa sepeda motor untuk pergi sholat duluan, maka saya mengajak mereka untuk sholat.
Tapi ternyata kebingungan mereka akan film lebih kuat daripada kebingungan akan suara adzan yang mulai berganti dengan iqomah dan akhirnya telah jauh waktu sholat itu. hmm… saat itu rasa-rasanya ingin ku berteriak sekeras-kerasnya agar mereka tahu apa yang ingin ku lakukan. Tapi apa daya, saya adalah tipikal orang yang tak bisa berkata jika telah sebel dengan orang lain. Apalagi ini masalah prinsip. Hmm… memang tak bisa dipungkiri saya adalah orang yang manjanya minta ampun.
Saya tak ingin diperhatikan, namun saya ingin dimengerti. Dikala orang lain ingin agar saya dapat mengerti mereka, namun mereka tak dapat mengerti saya, maka yang ada saya tak bisa berkata apa-apa kepada mereka. Padahal sebenarnya hati ini ingin bercerita banyak pada mereka.
Dan pada saat itu saya hanya diam (ini sebenarnya tak diperbolehkan ya???) tapi bagaimana lagi,,, saya paling tak tahan dengan semua yang berbau seperti ini. di saat saya ingin beribadah pada Pencipta saya, tapi kenyataannya saya ditahan oleh hal-hal ini. diam…dan diam…. Haha… koyol memang jika dipikir-pikir setelah kejadian itu.
Sampai saat teman saya dalam kelompok ini berkata “vi, maaf ya. Ni kita udah ga punya waktu banyak waktu lagi. Ntar kamu sholat di kosan si A aja, pake mukenaku.” Katanya sih kayak gitu, tapi kenyataannya, saat itu jadwalnya saya syuting, jadi percuma saya bisa sholat dengan tenangnya kalo saya diharuskan syuting saat itu juga.!!!
Saat teman saya bilang seperti itu, saya hanya diaaammm saja. Ckckck. Emang saya ini orang yang gampang ngambek. Hehe. Sampai akhirnya temen saya yang ngambek, padahal saya waktu itu dibonceng dia. Lha gimana lagi, saya kalo pas di tanya temen saya itu njawab, maka air mata ini udah jatuh duluan sebelum saya ngomong. Ndak njaluk piye coba kalo kayak gitu? Tambah runyam kan ntar??? Makanya saya diam aja saat itu….
Akhirnya saya sholat ashar saat jam akan menunjukkan pukul 5. Haha. Saat di maskam itulah tangis saya tumpah. Ya Allah… maafkan saya… maafkan saya…

.konyol.com kaya gini mah….
Syuting membuahkan tangisan…yeah…

Sekilas Tentang Teknologi Komunikasi ^^

Teknologi Komunikasi???
Hm…sebenarnya saya sangat suka dengan mata kuliah ini, angat menarik, sangat menginspirasi. Semua tentang curahan hati. Mulai dari bagaimana komunikasi itu? Apa yang perlu dilakukan saat komunikasi? Apa manfaat interaksi dengan orang lain? Dan kesemuanya yang berhubungan dengan masyarakat luas. Itu yang saya sukai. Saya sangat tertarik dengan semuanya.
Namun sekali lagi saya adalah orang yang tak mudah bercerita kepada orang lain. Jika Ibu nurini pernah berkata bahwa bisa saja mahasiswa yang pendiam di kelas, dia bisa bercerita banyak di dunia maya. Ya, saya memang termasuk orang yang seperti itu. Saya suka bercerita dengan tulisan dan kertas-kertas. Merekalah sahabat terbaik saya. Yang slalu menemani saya di saat suka maupun duka. Saat saya bermasalah atau sedang bahagia.
Namun yang menjadi kendala adalah saya tak dekat dengan dunia maya itu. kendala-kendala yang pasti adalah taka da modem dan tak sempat connect dengan internet. Jika saya ke kampus pun, biasanya lupa akan men-share pengalaman saya ke orang lain melalui interaksi maya tersebut.
Semua sudah saya tulis, baik di kertas, maupun dalam bentuk ketikan jari-jemari laptop. Namun semuanya beum ada yang saya publikasikan ke dunia maya ini. Waktu dan kendala teknis yang lain yang menghalangi saya untuk mencurahkan isi hati saya kepada teman-teman semua.
Teknologi komunikasi ini juga yang memberikan gambaran kepada saya bagaimana macam-macam orang menurut tipenya. Ada tipe orang yang suka menjadi pendengar, orang yang lebih peka terhadap tulisan, atau orang yang lebih peka jika ada sebuah simulasi tertentu.
Lalu, Teknologi Komunikasi ini jualah yang mengenalkan pada saya bagaimana mengenal karakteristik orang lain. Apakah orang itu agresif, analistik, ataupun orang yang cuek-bebek terhadap masalah yang dihadapi.
Dan itu semua telah saya aplikasikan dalam organisasi yang saya geluti di dunia kampus ini, yaitu Human Resource Development atau hanya sering disebut Kaderisasi. Ya, saya menggeluti bidang itu, namun saya juga agak heran dengan diri saya sendiri. Saya bisa mengkader orang lain, tapi bagaimana dengan keadaan diri saya sendiri? Saya sering merasa bahwa saya belum mengenal diri saya sendiri. Ada rasa malu yang mengganjal disini sebenarnya, bagaimana saya bisa mengatur orang lain, sedangkan saya tak pernah berhasil mengatur diri sendiri.
Dalam mata kuliah Teknologi Komunikasi ini saya belajar tentang banyak hal. Apa yang harus saya lakukan saat ada suatu masalah, maka jawabannya adalah jalin komunikasi. Apa yang harus saya lakukan saat ada konflik dengan orang lain, maka jawabannya adalah cari tahu apa sifat dari teman kita, agar kita dapat mengetahui apa yang harusnya kita bicarakan.
Begitu seterusnya. Ternyata menjain komunikasi itu sangatlah penting, bahkan penting-penting sanget…