23 Mei 2012

Apakah kita Tahu?? Ramadhan ini...

Tulisan Ramadhan tahun lalu... Masya Allah... masih tersimpan sampai sekarang hhe... Malas itu emang awal dari segala penyakit... :)
Kembali mengenang Ramadhan tahun lalu... 57 hari lagi menuju Ramadhan tahun ini... yukk... istiqomah... :)
Jadikan Ramadhan tahun ini lebih baik dari Ramadhan kemarin... dan bayangkan bahwa ramadhan ini mungkin adalah Ramadhan terakhirmu, maka persiapkan dengan sebaik-baiknya kawan... :D

Allah ciptakan kita ke dunia bukanlah tanpa tujuan.
Allah memberi amanah kepada kita tuk jadi khalifah tidaklah tanpa pedoman.
Allah menuntun kita untuk melaksanakan ibadah bukan pula tanpa sebuah makna.
Apakah kita tahu apa yang Allah inginkan?
Pasti hidup manusia akan sejahtera tak kurang suatu apa jika mereka memang telah mengerti apa itu keinginan Allah.
Tapi pada kenyataannya?? Tak sedikit orang yang memeluk Islam hanya karena ia tak punya pilihan lain,
Ada yang masuk Islam karena memang itu agama keturunan dari nenek moyangnya,
Ada yang masuk Islam karena ingin mendapat imbalan..
Ya, jika diruntut masih banyak alasan seseorang masuk Islam.
Tapi kenapa tak ada yang memiliki alasan yang berarti? Itu dia permasalahan aqidah ummat Islam sekarang ini. Mereka berbondong-bondong masuk Islam, tapi tanpa tujuan. Mereka mengaku Islam, tapi tak pernah mengindahkan perintah dan larangan Allah. Dan terlebih lagi, mereka masuk Islam, tapi tak pernah mau tahu apa ajarannya.
Masya Allah.. beginikah ummat jaman sekarang? Hanya menjadikan Islam sebagai topeng?
Hm..sangat disayangkan. Padahal umat Yahudi Nashrani saja sangat mempercayai sebuah hadits Islam. Tapi kenapa kita, Umat Islam sendiri malah tak pernah memperhatikannya? Boro-boro memperhatikan, tahu “hadits” itu apa saja nggak ngerti..
Apa yang akan Rasulullah katakan jika beliau melihat semua ini? Maka benar firman Allah di Surah Al-Waqi’ah.. “ dan orang-orang yang paling dahulu beriman merekalah yang paling dahulu (masuk syurga). Mereka itulah orang yang dekat (kepada Allah). Berada dalam syurga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang terdahulu. Dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. (10-14)”
Maksud dari segolongan orang terdahulu adalah umat sebelum Nabi Muhammad. Sedangkan segolongan kecil itu adalah umat Nabi Muhammad.
Lalu apa yang akan kita katakan kali ini? Yang paling banyak masuk syurga adalah mereka umat sebelum Nabi Muhammad. Lalu kita? Itu menandakan bahwa yang akan masuk syurga dari umat Rasulullah SAS., hanya seper-sekian gelintir orang. Yang mereka pasti adalah yang dekat dengan Allah. Para sahabat, tabi’in-tabi’ut tabi’in, dan para da’i/da’iah yang tak lelah menyebarluaskan ilmu Allah kepada umat manusia.
Disini hanya tempat untuk merenungi betapa kita mengenal Allah. Seberapa dekat sebenarnya kita dengan-Nya. Sejauh manakah kita telah meninggalkan-Nya. Seberapa banyak amalan yang telah kita lakukan. Bagaimana ibadah kita? Khusyu’ kah? Atau malah pikiran kita melayang kesana kemari saat beribadah kepada-Nya?
Astaghfirullah.. betapa banyak dosa yang telah kita perbuat.
Kapan terakhir kita shalat malam?
Bagaimana kabar shalat kita, berjama’ah atau munfarid?
Kapan terakhir kita membaca Al-Qur’an?
Apakah ayat Allah itu hanya kita baca, lalu tak mempelajari maknanya?
Apakah hanya di hafal, namun tak ada aplikasinya di rutinitas sehari-hari?
Kapan kita terakhir shalat dhuha dengan khusyuk? Pasti banyak dari kita yang karena terlalu sibuk, shalat dhuha hanya berapa menit, atau malah lupa melaksanakannya?
Padahal jika direnungi, do’a shalat dhuha sangatlah dalam maknanya.
Lalu jika ditanya, kapan kita terakhir bersedekah? Lalu ditanya lagi apakah niat kita ikhlas atau tidak? Masya Allah.. Allah Maha Tahu Segalanya, baik itu di dalam hati kita..
Kenapa kita tak pernah tahu apa yang sebenarnya diinginkan Allah? Karena kita yang tak pernah mau tahu apa sebenarnya  keinginan Allah.
Jika kita mau menelisik, semua itu ada di dalam ayat Al-Qur’an. Apa yang kita tanyakan ada di dalam sana. Apa yang kita risaukan pasti ada jawabannya disana. Lalu kenapa kita bingung-bingung saat akan bertanya tentang sesuatu? Padahal Allah selalu siap sedia mendengarkan curahan hati kita. Kapan saja, terutama saat sepertiga malam terakhir, Allah turun ke langit dunia.
Di saat itu, kita bercerita, lalu kita menangis di setiap sujud kita pada-Nya, lalu membaca ayat-ayat-Nya, dan yang pasti renungilah ayat-ayat-Nya. Rasulullah yang telah terbebas dari seluruh dosa saja sampai tak mau rela meninggalkan waktu mustajab tersebut. Beliau slalu menyisihkan malam-malam terakhirnya untuk menghadap-Nya, bercerita tentang pelik kehidupan yang sedang dialaminya, dan tak lepas tangisan dari setiap do’anya.
Nah kita? Masih terlelap dalam mimpi-mimpi tidur mungkin ya..
Hm……… Lalu apa sebenarnya sebutan yang tepat bagi diri kita??
Mulai sekarang, jadikan diri kita bermanfaat. Bagi diri kita sendiri maupun orang lain. Beribadah kepada Allah adalah kebutuhan kita, bukan sekadar kewajiban. Allah tak akan merugi jika kita tak melaksanakan kewajiban. Allah juga tak akan bertambah derajat jika kita melakasanakan perintah-Nya. Tapi kita-lah yang akan merugi jika kita meninggalkan perintahnya dan mendekati larangan-Nya.
Sungguh kita hamba yang hina jika menyia-nyiakan perintah Allah.. Tapi sungguh, kita adalah hamba yang mulia jika kita berhasil dekat dengan Allah. Allah telah siapkan syurga bagi mereka-mereka yang berusaha mendekat pada-Nya……

Mari,, Fastabiqul Khoirot!!! *_*


Sedikit share tentang sesuatu yang biasa kita hadapi....
Semoga bermanfaat....
Hamasah!! Semangat menyambut bulan Ramadhan nan suci....
H-57 hari lagi kawan!!!
Persiapkan dengan sematang-matangnya....
OKOK!!

24 Mei 2012

Lama tak membuka2 blog ini. Kangen rasanya... :) Tulisan kesimpen semua di draft, ga dipublish-publish... ckck...
Sepertinya harus mulai istiqomah lagi... menebar cerita... berbagi kisah... di dunia maya ini... :)
FASTAQIM!!!

"Sebaik-baik seseorang adalah ia yang bermanfaat bagi yang lain... :)"

07 Mei 2012

Tersenyumlah DI Jalan Dakwah Ini ^^

Jum’at, 16 Desember 2011

“Saat senyuman tak terbalas, maka Allah telah mnghitung manis senyummu. Saat sapamu tdk terjawab, Allah takkan lupa ats apa yang kau katakan. Saat ajakanmu dlm kebaikan tdk terpenuhi, lelahmu akn menjadi hiasan ditaman-Nya.”

Nada dering Handphoneku berbunyi. Sebuah sms dari seorang sahabat.
“Saat senyuman tak terbalas, maka Allah telah mnghitung manis senyummu.
Saat sapamu tdk terjawab, Allah takkan lupa ats apa yang kau katakan.
Saat ajakanmu dlm kebaikan tdk terpenuhi, lelahmu akn menjadi hiasan ditaman-Nya.
Saat engkau menangis ats perihnya perjuanganmu, Allah tak lalai mnghitung stiap tetes air matamu.
Saat mereka meninggalkanmu, Allah akan slalu ada bersamamu!
Jangan hanya mengharapkan perubahan dalam dakwah ini!
Fikirkan tentang KONTRIBUSI yg dapat kita berikan.
Semoga Allah mencintaimu… :) “


Subhanallah. Hatiku bergetar membacanya. Memang, jalan dakwah adalah panjang, berliku, menanjak, dan penuh onak duri. Seperti itulah dakwah. Namun ketika kita ikhlas menjalaninya, dakwah itu akan menjadi indah. Meminjam ucapan ustadz Rahmat Abdullah, “Seperti itulah dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan menarik seluruh potensi yang ada pada dirimu. Mulai dari tidurmu, sadarmu, mimpimu, gerakmu, jalanmu, bahkan diammu untuknya.”

Meniti langkah di jalan dakwah tidaklah mudah. Tidak juga sulit. Tidak mudah, karena jalan dakwah ini hanya sedikit orang yang memilihnya. Sehingga kita haruslah benar-benar ikhlas mengharapkan pertolongan serta ridho Allah dalam meniti jalan dakwah ini.

Sampaikanlah walau satu ayat. Perintah dakwah ini tentu sudah sangat sering kita dengar. Tentu saja, dakwah adalah hal yang sangat penting dalam regenerasi para muslim kita ini. Bisa dibayangkan kalau saja para sahabat enggan berdakwah setelah Rasulullah wafat, entah bagaimana kondisi kita saat ini. Nikmat islam belum tentu bisa kita rasakan seperti hembusan yang kita dapatkan ini.

Tersenyumlah menghadapi jalan dakwah ini, Saudaraku!

Ringankan bebanmu dengan senyuman. Tatap optimis masa depan dengan senyuman. Jemputlah kebahagiaan dengan senyuman. Tinggalkan kesedihan dengan senyuman. Sambut saudaramu dengan senyuman. Buat mereka bahagia dengan senyumanmu.

“Janganlah sekali-kali engkau meremehkan suatu perbuatan baik walaupun hanya menyambut saudaramu dengan SENYUMAN” (H.R. Muslim)

Ketika kehidupan memberi kita seribu alasan untuk menangis, tunjukkan bahwa kita memiliki sejuta alasan untuk tersenyum. Nikmati setiap detik waktu dan akhiri kelelahan di jalan dakwah ini dengan kata keikhlasan. Indahnya hidup bukanlah dari seberapa banyak orang mengenal kita. Namun seberapa bahagia orang-orang telah mengenal kita!

Buatlah saudara kita tersenyum telah mengenal kita. Ketika mereka tengah dalam risau gundah, senyummu-lah yang mengangkat mereka kembali dari keterpurukan. ketika rekan kita di jalan panjang dakwah ini mengalami letih, senyummu-lah yang mengobatinya. Ketika rekan dakwah kita tengah goyah, senyummu-lah yang menguatkan. Betapa indah senyum itu. ^_^

Itulah mengapa Allah SWT memerintahkan kita untuk saling berwasiat dalam kebaikan dan saling berwasiat dalam kesabaran. Mengapa sabar? Karena istiqomah dalam jalan dakwah bagaikan memegang bara api. Menyakitkan dan sangat berat. Perlu penguat sesama kader dakwah untuk tetap istiqomah di jalan dakwah ini.

TERSENYUMLAH DI JALAN DAKWAH INI, KAWAN… ^_^