31 Oktober 2011

Awal yang Baru, InsyaAllah...


Bismillah...
lama aku tak bersua dengan wadah curahan hatiku ini...
lama aku tak membukanya...
lama aku tak berbagi cerita dengannya...
kini,,, aku akan membukanya kembali, bercerita dengannya lagi...
aku tak mau sendiri...
sepi jika harus memendam sendiri...
apalagi sekarang aku merasa tak ada tempat yang pas untukku berbagi cerita...
suka,,, duka,,,
siapa yang bisa ku percaya???
sifat mellow ini belum bisa hilang...
walau sebenarnya ada sifat plegmatis dlm diri ini...
tapi tak bisa mengalahkan melankolisku...
Ya Allah.... don't leave me...
meskipun sahabat, teman, kerabat perlahan pergi jauh meninggalkanku sendiri...
tak percaya padaku seperti yang dulu...
tapi jangan ENGKAU, ya Rabb, yang meninggalkanku...
aku tak sanggup jika harus sendiri disini...
dengan amanah yang semakin menumpuk di atas pundakku...
tapi jagalah senyum ini, Ya Allah...
tolong jaga semangat ini...
agar tak pudar ditelan waktuu...
Allah... I Love U... ^^

17 Oktober 2011

Pengen tau Ceritaku, kawan??? ^_^


Bismillahirrahmanirrahim…
Setiap pertemuan pasti akan ada sebuah perpisahan, namun ia tak selamanya pergi, tapi ia pergi untuk kembali…
Tak terasa memang waktu setahun itu bergulir. Rasanya baru seminggu kemarin aku diterima di undip, mampir ke wisma tsabita (yang saat itu masih ada harapan buatku untuk diterima STAN, STIS atau univ yang lain), dan bertemu dengan senior-senior yang ada di Semarang. Rasanya baru beberapa hari kemarin aku diospek, ngerjain peta ditemenin mb Ira, Inung, mb Retno, dan Ayu. Rasanya baru kemarin aku mendapat IP pertama.
Tapi ternyata waktu itu telah cepat sekali berputar, dan tak bisa diputar balik lagi. Masa lalu itu sejarah bagi masa mendatang, masa lalu itu pelajaran berharga yang dapat diambil hikmahnya oleh mereka yang berpikir.
Teringat pertemuan pertama dengan anak-anak wisma. Sangat terkenang sekali waktu itu, karena aku memang benar2 buta akan daerah Semarang, tak ada saudara, tak ada teman. Dan tak terpikir bahwa aku akan kuliah di UNDIP Semarang. Tapi mungkin takdir Allah yang akan mempertemukanku dengan kalian, keluarga keduaku J. Pertama kali aku datang ke Tsabita, disana ada mb Yuni, yang dulunya aku takut sama mb nya, ga tau kenapa tapi.hehe. dan beberapa menit kemudian datang mb Iin yang ternyata ngobrol banyak banget sama bapakku sampe hari menjelang sore, akhirnya kupotong juga pembicaraan mereka, hehe (jahat banget aku.wkwkwk)
Dan datangnya aku ke Tsabita untuk yang kedua kalinya ini bukan untuk kunjungan, tapi memang untuk pindahan. Hmm…rasanya berat banget ninggalin Solo, 5 tahun sabane neng Solo ki.
Tapi waktu demi waktu aku mulai merasakan kekeluargaan itu disini, di Tsabita khususnya. Yang mewarnai hidupku di Semarang untuk kali pertama. Dari kalian aku belajar arti kebersamaan, kekeluargaan, dan semua yang sampai saat ini masih kurasakan keberadaan kalian disini.
Bakal kangen mungkin suasana ramainya Tsabita dulu. Pagi rame, siang sepiiiiii, dan kalo dah malem ramenya puoolll…(sampe pernah ditegur tetangga.hehe). Kangen sama dialog NGAPAKnya Inung+Devi. Kangen nge-jail-in mb2nya, hehe, masa besok kalo mau ng-jailin mb tut ism mb retno hrs ke Zukhrufa…hmmm,,ga seru banget!!!
Dan mungkin aku kangen ditegur n dinasehatin mb2 pembina nich..hehe.

20 Juni 2011

Tahukah Kalian apa itu Banjir???

Banjir Dan Penyebabnya
Banjir adalah dimana suatu daerah dalam keadaan tergenang oleh air dalam jumlah yang begitu besar. Sedangkan banjir bandang adalah banjir yang datang secara tiba-tiba yang disebabkan oleh karena tersumbatnya sungai maupun karena pengundulan hutan disepanjang sungai sehingga merusak rumah-rumah penduduk maupun menimbulkan korban jiwa.
Bencana banjir hampir setiap musim penghujan melanda Indonesia. Berdasarkan nilai kerugian dan frekuensi kejadian bencana banjir terlihat adanya peningkatan yang cukup berarti. Kejadian bencana banjir tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor alam berupa curah hujan yang diatas normal dan adanya pasang naik air laut. Disamping itu faktor ulah manusia juga berperan penting seperti penggunaan lahan yang tidak tepat (pemukiman di daerah bantaran sungai, di daerah resapan, penggundulan hutan, dan sebagainya), pembuangan sampah ke dalam sungai, pembangunan pemukiman di daerah dataran banjir dan sebagainya.
Kenali Penyebab Banjir
Curah hujan tinggi
Permukaan tanah lebih rendah dibandingkan muka air laut.
Terletak pada suatu cekungan yang dikelilingi perbukitan dengan pengaliran air keiuar sempit.
Banyak  pemukiman yang dibangun pada dataran sepanjang sungai.
Aliran sungai tidak lancar akibat banyaknya sampah serta bangunan di pinggir sungai.
Kurangnya tutupan lahan di daerah hulu sungai.  
Tindakan Untuk Mengurangi Dampak Banjir   
Penataan daerah aliran sungai secara terpadu dan sesuai fungsi lahan.
Pembangunan sistem pemantauan dan peringatan dini pada bagian sungai yang sering menimbulkan banjir.
Tidak membangun rumah dan pemukiman di bantaran sungai serta daerah banjir.
Tidak membuang sampah ke dalam sungai. Mengadakan Program Pengerukan sungai.
Pemasangan pompa untuk daerah yang lebih rendah dari permukaan laut.
Program penghijauan daerah hulu sungai harus selalu dilaksanakan serta mengurangi aktifitas di bagian sungai rawan banjir.

Yang Harus Dilakukan Sebelum Banjir

Di Tingkat Warga
Bersama aparat terkait dan pengurus RT/RW terdekat bersihkan lingkungan sekitar Anda, terutama pada saluran air atau selokan dari timbunan sampah.
Tentukan lokasi Posko Banjir yang tepat untuk mengungsi lengkap dengan fasilitas dapur umum dan MCK, berikut pasokan air bersih melalui koordinasi dengan aparat terkait, bersama pengurus RT/RW di lingkungan Anda.
Bersama pengurus RT/RW di lingkungan Anda, segera bentuk tim penanggulangan banjir di tingkat warga, seperti pengangkatan Penanggung Jawab Posko Banjir.
Koordinasikan melalui RT/RW, Dewan Kelurahan setempat, dan LSM untuk pengadaan tali, tambang, perahu karet dan pelampung guna evakuasi.
Pastikan pula peralatan komunikasi telah siap pakai, guna memudahkan mencari informasi, meminta bantuan atau melakukan konfirmasi.
Di Tingkat Keluarga
 
Simak informasi terkini melalui TV, radio atau peringatan Tim Warga tentang curah hujan dan posisi air pada pintu air.
Lengkapi dengan peralatan keselamatan seperti: radio baterai, senter, korek gas dan lilin, selimut, tikar, jas hujan, ban karet bila ada.
Siapkan bahan makanan mudah saji seperti mi instan, ikan asin, beras, makanan bayi, gula, kopi, teh dan persediaan air bersih.
Siapkan obat-obatan darurat seperti: oralit, anti diare, anti influenza.
Amankan dokumen penting seperti: akte kelahiran, kartu keluarga, buku tabungan, sertifikat dan benda-benda berharga dari jangkauan air dan tangan jahil.
Yang Harus Dilakukan Saat Banjir
Matikan aliran listrik di dalam rumah atau hubungi PLN untuk mematikan aliran listrik di wilayah yang terkena bencana,
Mengungsi ke daerah aman sedini mungkin saat genangan air masih memungkinkan untuk diseberangi.
Hindari berjalan di dekat saluran air untuk menghindari terseret arus banjir. Segera mengamankan barang-barang berharga ketempat yang  lebih tinggi.
Jika air terus meninggi hubungi instansi yang  terkait dengan penanggulangan bencana  seperti Kantor Kepala Desa, Lurah ataupun Camat.
Yang Harus Dilakukan Setelah Banjir
Secepatnya membersihkan rumah, dimana lantai pada umumnya tertutup lumpur dan gunakan antiseptik untuk membunuh kuman penyakit.
Cari dan siapkan air bersih untuk menghindari terjangkitnya penyakit diare yang sering berjangkit setelah kejadian banjir. 
Waspada terhadap kemungkinan binatang berbisa seperti ular dan lipan, atau binatang penyebar penyakit seperti tikus, kecoa, lalat, dan nyamuk. 
Usahakan selalu waspada apabila kemungkinan terjadi banjir susulan.
                         
Sumber : Leaflet Set BAKORNAS  PBP