Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

31 Agustus 2016

Ayo, Mulai (lagi) Satu Kebaikan!

Terkadang, seseorang memang berada di titik terendahnya sebagai seorang hamba. Merasa berat untuk melakukan kebaikan walaupun itu hal yang sepele. Padahal biasanya dia bisa melakukan banyak hal, kebaikan-kebaikan yang lebih berat daripada itu. Setiap jam di setiap harinya dia punya berbagai agenda berurutan yang itu sangat meningkatkan produktivitasnya sehingga dapat bermanfaat bagi banyak orang. Namun ketika rasa malas atau futur itu datang menghampirinya, walau hanya satu sentilan saja, dia bisa limbung. Dengan catatan, imunitas imannya sedang menurun.

Dan setiap orang pasti pernah mengalaminya. Hanya saja mungkin berbeda cara menyikapinya. Ada yang segera bangkit dari rasa lelah, capek, dan futurnya. Ada yang butuh waktu untuk me-muhasabah diri dan jiwanya sebelum kembali ke berbagai aktivitas yang menunggu. Dan ada yang lebih memilih untuk menyerah dan berdiam diri saja, memelihara rasa malas dan menurunnya produktivitasnya.

Semua punya konsekuensi masing-masing. Untuk segera bangkit, butuh pengorbanan yang lebih, butuh azzam yang kuat, dan keyakinan penuh akan pertolongan-Nya. Ketika memilih untuk menyerah, dia punya konsekuensi yang sama-sama berat, meninggalkan mata rantai kebaikan yang telah dirangkai sedemikian rupa dengan percuma. Padahal untuk membangunnya membutuhkan waktu yang cukup lama agar kebaikan-kebaikan itu menjadi kebiasaan hidupnya.

Setiap kita bisa memilih. Maju atau mundur. Bertahan atau menyerah. Memelihara kebaikan atau meninggalkannya.

Dan setiap pilihan punya nilainya masing-masing di hadapan Allah bahkan orang-orang di sekitar kita.

***

Ini hanya sedikit catatan, yang semoga menjadi pemacu tersendiri bagi penulis agar tetap semangat menyebarkan kebaikan dalam berbagai sisi. Terutama dalam blog ini. Hehe. Ada rasa sedih karena telah meninggalkannya berbulan-bulan tanpa tulisan sama sekali.

Banyak yang terlintas. Namun jika tidak dituliskan, apakah akan menjadi inspirasi kebaikan bagi yang lain? Yah, walaupun tulisan-tulisan dalam blog ini (mayoritas) hanya sekadar lintasan pikiran penulis. Dalam mimpi penulis, semoga ada tulisan, walaupun satu dari sekian banyaknya, dapat bermanfaat dan memberikan inspirasi bagi yang membaca. Memberikan pengetahuan yang lebih. Dan menjadikan seseorang menjadi lebih baik daripada sebelumnya.

Semoga bisa saling berbagi pengalaman, kisah, dan opini. Menautkan hati lebih dalam untuk menjadi sahabat surga, yang bisa saling menasehati dalam kebaikan, amar ma’ruf nahi munkar.

Dan yang terpenting, semoga bisa lebih istiqomah lagi setelah ini untuk menulis. :)

28 April 2013

Dakwah itu..

Di sela-sela aktivitas kita, terkadang ada yang membuat jenuh, putus asa, bahkan futur..
Astaghfirullah..
Seharusnya semua itu harus dijaga dengan sebaik-baiknya..
Niatnya yang perlu untuk diluruskan kembali..
Seperti nasehat Alm. Syaikhut Tarbiyah, Ust. Rahmat Abdullah, tentang dakwah…

***

Memang seperti itu dakwah..
Dakwah adalah cinta
Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu.. 
Sampai pikiranmu
Sampai perhatianmu
Berjalan, duduk, dan tidurmu..
Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai.

Lagi-lagi memang seperti itu.

Dakwah..
Menyedot saripati energimu
Sampai tulang belulangmu 
Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu
Tubuh yg luluh lantak diseret-seret.. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari..

Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah..

Beliau memang akan tua juga
Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah..

Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz..

Dia memimpin hanya sebentar
Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung..
Tidak ada lagi orang miskin yang bisa diberi sedekah..
Tubuh mulia itu terkoyak-koyak..
Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja..
Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok..
Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal..
Toh memang itu yang diharapkannya, mati sebagai jiwa yang tenang..

Dan di etalase akhirat kelak,

mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik
Kepalanya sampai botak
Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana..
Kurang heroik?
Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah..
luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat..

Dakwah bukannya tidak melelahkan..

Bukannya tidak membosankan..
Dakwah bukannya tidak menyakitkan..
Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan..

Tidak…

Justru kelelahan,,
Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya,,
Setiap hari...
Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”.

Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani…

justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi, akhirnya menjadi adaptasi...
Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah...
Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman...
Lalu terus berkobar dalam dada...

Begitu pula rasa sakit..

Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka.
Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad yang begitu cantik.

Begitupun Umar.

Saat Rasulullah wafat, ia histeris.
Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk.
Bukannya tidak cinta pada abu Bakar,,
Tapi saking seringnya “ditinggalkan”, hal itu sudah menjadi kewajaran.
Dan menjadi semacam tonik bagi iman..

Karena itu kamu tahu.

Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore..
Yg takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu..
Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah..
Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya besar..
Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar..
Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, “ya Allah, berilah dia petunjuk… sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang…"

“Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta… Mengajak kita untuk terus berlari…"


“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu..

Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu..

Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu..

Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu..

Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu..”

 

(alm. Ust Rahmat Abdullah)



Kalau iman dan syetan terus bertempur

Pada akhirnya salah satunya harus mengalah..
In memoriam Ust. Rahmat Abdullah La’allanaa fii barokatillah….
Ya Alloh, karuniakanlah kami panasnya iman yang mampu membakar ruh HAMASAH untuk terus bermujahadah dengan penuh kesabaran..
Aamiiin...

22 Januari 2013

Murobbi Kehidupan

Jadilah Murabbi kehidupan
Menginspirasi setiap orang dengan amal nyata
Bukan dari kata-kata berbusa yang penuh rekayasa
Bukan dari kata-kata manis yang tak hadirkan jiwa-jiwa optimis

Jadilah Murabbi yang membina dengan penuh ketulusan
Mengajarkan ilmu untuk sama-sama diamalkan
Mendidik dengan hati yang lapang tanpa pamrih untuk dikenang

Jadilah murabbi yang siap berdakwah di seluruh pelosok negeri
Merekrut dan membina demi lanjutkan perjuangan para nabi
Mengisi hari-hari dengan amal ruhiyah yang terbang ke langit tinggi
Menjaga nilai-nilai persaudaraan tetap menghangat di muka bumi

Jadilah murabbi yang cinta ilmu
Melewati hari-hari dengan memburu ilmu bermutu
Memanfaatkan setiap peluang untuk memenuhi rasa ingin tahu
Selalu tahu cara terbaik mengajarkannya kembali kepada Mad’u
Menjejali alam pikirannya dengan kreativitas dakwah serba baru
Hingga akhirnya halaqah kehidupannya selalu ditunggu-tunggu

Jadilah murabbi yang kata-katanya menyegarkan iman yang layu.
Senyumannya menghilangkan kedukaan yang menyengsarakan qalbu
Tatapannya menghadirkan takwa yang semakin menggebu
Dan kemarahannya menghentikan kemungkaran para pengumbar nafsu

Jadilah murabbi yang mampu memerankan skenario film kehidupan dakwah
Menjadi orang tua yang selalu peduli
Menjadi guru yang mampu hilangkan keawaman para mutarabbi
Menjadi Syeikh yang menentramkan hati
Menjadi Qiyadah yang mampu arahkan para jundi jadi mandiri

Jadilah murabbi kehidupan
Membina halaqah-halaqah kehidupan
Menyuburkan taman-taman bunga keindahan Islam
Menginspirasi lahirnya generasi-generasi pilihan
Meninggikan pilar-pilar Islam di puncak kejayaan

 —> tersentuh membaca tulisan ini ^_^ semoga kita semua yang membacanya, dapat mengaplikasikannya, terutama antum wa antunna, new murobbi :)

21 Juli 2012

Ramadhan..

MARHABAN YAA RAMADHAN…
MARHABAN YAA SYAHRU SIYAM…
MARHABAN YAA SYAHRUL QUR’AN…

Ya Allah, rasanya syukur ini tak terhingga terucap kepada-Mu. Karena aku masih dipertemukan kembali dengan bulan suci Ramadhan ini. Semoga benar-benar menjadi bulan terbaik daripada bulan-bulan sebelumnya.

Dan sepertinya bakal banyak cerita di Ramadhan-ku kali ini. Ramadhan yang akan lebih banyak aku lewati di tanah rantau, kota impianku (InsyAllah), Semarang :)
Semoga Allah slalu memudahkan jalanku, jalan itu masih panjang.

_dan jika ini Ramadhan terakhirku, maka akan kujadian hari-hariku, menit demi detik dalam hidupku bermanfaat, untukku, keluargaku, teman-temanku, dan semuanya yang ada di sekitarku_
Bismillah… Fight!! :D

_Ramadhan1433H@Tsabita_

22 Juni 2012

Surat Cinta Palestina untuk Indonesia

Teringat Palestina… Bumi Islam, Bumi para Nabi…

Inilah Surat Cinta Palestina untuk Indonesia. Mungkin telah sering terdengar dan terbaca. Tapi, tak inginkah kita merenungkannya sekali lagi… sekali lagi… dan sekali lagi…???

Baca… Renungkan… Pahami… Resapi… Lalu berikan solusi…:)

Untuk saudaraku di Indonesia,
Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia. Namun, jika kalian tetap bertanya kepadaku,kenapa?? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki adalah karena negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini.
Bukankah demikian saudaraku??? Disaat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis dakwah dari Jama’ah haji asal Indonesia. Dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama’ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini?!!. Wah…,sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.

Lalu saya mengatakan kepadanya. Saudaraku, jika jumlah jama’ah Haji asal GAZA sejak tahun 1987 sampai sekarang di gabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama’ah haji dari negeri kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat di banding kalian yah? Wah.., pasti uang kalian sangat banyak yah, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya. Subhanallah…

Wahai saudaraku di Indonesia,

Pernah saya berkhayal dalam hati. Kenapa saya dan kami yang ada di GAZA ini, tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Wah.., pasti sangat indah dan mengagumkan yah. Negeri kalian aman, kaya dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negeri kalian. Pasti para ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapatkan di toko-toko. Dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan. Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku di Indonesia.

Tidak seperti di negeri kami ini saudaraku, anak-anak bayi kami lahir di tenda-tenda pengungsian. Bahkan tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah. Sehingga istri-istri kami terpaksa melahirkan diatas mobil. Ya, diatas mobil saudaraku!! Susu formula bayi adalah barang yang langka di GAZA sejak kami di blokade tahun 2009 lalu. Namun isteri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga dua tahun lamanya. Walau, terkadang untuk memperlancar ASI mereka, isteri kami rela minum air rendaman gandum.

Namun, mengapa di negeri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya. Terkadang ditemukan mati di parit-parit, di selokan-selokan, dan di tempat sampah. Itu yang kami dapat dari informasi televisi. Dan yang membuat saya terkejut dan merinding. Ternyata negeri kalian adalah negeri yang tertinggi kasus Abortusnya untuk wilayah ASIA.

Astaghfirullah… Ada apa dengan kalian..???

Apakah karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina tersebut? Sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami di sini. Memang hampir setiap hari di GAZA sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati.
Namun, bukanlah diselokan-selokan atau got-got, apalagi ditempat sampah, saudaraku!!! Mereka mati syahid, saudaraku!

Mati syahid karena serangan roket tentara Israel!!!
Kami temukan mereka tak bernyawa lagi dipangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan roket tentara Zionis Israel, saudaraku. Bagi kami nilai seorang bayi adalah Aset perjuangan perlawanan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan Negeri ini. Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 desember 2009 kemarin, Saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 diantaranya adalah anak-anak kami. Namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru dijalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar. Allahu Akbar!!!

Wahai saudaraku di Indonesia,

Negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah.
Namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, dan menderita busung lapar. Apa karena kalian sulit mencari rezki disana? Apa negeri kalian sedang di blokade juga?
Perlu kalian ketahui saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi apalagi sampai mati kelaparan. Walau sudah lama kami diblokade. Kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai Tata usaha di kantor pemerintahan Hamas. Sudah 7 bulan ini, gaji bulanan belum saya terima, tapi Allah SWT yang akan mencukupkan rezki untuk kami.

Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Ya, mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel. Mereka mengucapkan akad nikah diantara bunyi letupan bom dan peluru, saudaraku. Dan Perdana menteri kami, yaitu ust. Isma’il Haniya memberikan santunan awal pernikahan Bagi semua keluarga baru tersebut.

Wahai Saudaraku di Indonesia,
Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqoh pembinaan. Di Negeri antum, seperti yang diceritakan teman saya tersebut, program pengajian kalian pasti bagus bukan. Banyak kitab mungkin yang telah kalian baca, dan buku-buku pasti kalian telah lahap. Kalian pun sangat bersemangat bukan? itu karena kalian punya waktu.

Sedangkan kami tidak memiliki waktu yang banyak disini, wahai saudaraku. Satu jam, ya, satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqoh. Setelah itu kami harus terjun langsung ke lapangan jihad, sesuai dengan tugas yang telah diberikan kepada kami. Kami di sini sangat menanti-nantikan hari halaqoh tersebut. Walau Cuma satu jam saudaraku.

Tentu kalian lebih bersyukur, kalian lebih punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqoh, seperti ta’aruf, tafahum dan takaful di sana.

Hafalan antum pasti lebih banyak dari kami. Semua pegawai dan pejuang Hamas di sini WAJIB menghapal surat Al Anfal sebagai nyanyian perang kami. Saya menghapal di sela-sela waktu istirahat perang. Bagaimana dengan kalian??

Akhir desember kemarin, saya menghadiri acara wisuda penamatan hafalan 30 juz anakku yang pertama, ia diantara 1000 anak yang tahun ini menghapal Al Qur’an. Umurnya baru 10 tahun. Saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal Al Qur’an ketimbang anak-anak kami disini.

Di Gaza tidak ada SDIT seperti di tempat kalian, yang menyebar seperti jamur sekarang. Mereka belajar di antara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan. Diatasnya diberi beberapa helai daun pohon kurma, yah, di tempat itulah mereka belajar Saudaraku. Bunyi suara setoran hafalan al quran mereka bergemuruh diantara bunyi-bunyi senapan tentara Israel. Ayat-ayat Jihad paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung Mereka rasakan.

Wahai Saudaraku di Indonesia,

Oh, iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat aksi solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia, kami menyaksikan demo-demo kalian disini. Subhanallah…., kami sangat terhibur, karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini. Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami di sini, termasuk kalian di Indonesia.

Namun bukan hanya tangisan kalian yang kami butuhkan, saudaraku. Biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti nanti di akhirat yang dicatat Allah sebagai Bukti ukhuwah kalian kepada kami. Doa-doa kalian dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya. Oh iya, hari semakin larut. Sebentar lagi adalah giliran saya untuk menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telepon dan fax yang masuk. Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi. Salam untuk semua pejuang-pejuang islam di Indonesia.

06 Juni 2012

Tangisan Rasulullah Mengguncangkan Arsy

Dikisahkan, bahwasanya di waktu Rasulullah s.a.w. sedang asyik bertawaf di Ka’bah, beliau mendengar seseorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!”

Rasulullah s.a.w. menirunya membaca “Ya Karim! Ya Karim!” Orang itu Ialu berhenti di salah satu sudut Ka’bah, dan berzikir lagi: “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah s.a.w. yang berada di belakangnya mengikut zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!” Merasa seperti diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang dan terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. Orang itu Ialu berkata:

“Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokkanku, karena aku ini adalah orang Arab badwi? Kalaulah bukan kerana ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.”

Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah s.a.w. tersenyum, lalu bertanya: “Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?” “Belum,” jawab orang itu. “Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?”

“Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya, sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya,” kata orang Arab badwi itu pula.

Rasulullah s.a.w. pun berkata kepadanya: “Wahai orang Arab! Ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat!” Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya.

“Tuan ini Nabi Muhammad?!”

“Ya” jawab Nabi s.a.w. Dia segera tunduk untuk mencium kedua kaki Rasulullah s.a.w. Melihat hal itu, Rasulullah s.a.w. menarik tubuh orang Arab itu, seraya berkata kepadanya:

“Wahai orang Arab! janganlah berbuat serupa itu. Perbuatan seperti itu biasanya dilakukan oleh hamba sahaya kepada juragannya, Ketahuilah, Allah mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabbur yang meminta dihormati, atau diagungkan, tetapi demi membawa berita.

Ketika itulah, Malaikat Jibril a.s. turun membawa berita dari langit dia berkata:

“Ya Muhammad! Tuhan As-Salam mengucapkan salam kepadamu dan bersabda: “Katakanlah kepada orang Arab itu, agar dia tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahawa Allah akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil maupun yang besar!” Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi.

Maka orang Arab itu pula berkata:

“Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan dengannya!” kata orang Arab badwi itu. “Apakah yang akan engkau perhitungkan dengan Tuhan?” Rasulullah bertanya kepadanya. ‘Jika Tuhan akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran maghfirahnya,’ jawab orang itu.

‘Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan
memperhitungkan betapa keluasan pengampunan-Nya. Jika Dia memperhitungkan kekikiran hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa kedermawanannya!’

Mendengar ucapan orang Arab badwi itu, maka Rasulullah s.a.w. pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badwi itu, air mata beliau meleleh membasahi Janggutnya. Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata:

“Ya Muhammad! Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu, dan bersabda: Berhentilah engkau dari menangis! Sesungguhnya karena tangismu, penjaga Arasy lupa dari bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga la bergoncang. Katakan kepada temanmu itu, bahwa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan memperhitungkan kemaksiatannya.

Allah sudah mengampuni semua kesalahannya dan ia akan menjadi temanmu di syurga nanti!” Betapa sukanya orang Arab badwi itu, mendengar berita tersebut. la Ialu menangis karena tidak berdaya menahan keharuan dirinya.

Subhanallah,,, membaca cerita ini seakan-akan aku berada di dekat Rasulullah SAW saat itu. Surga Allah slalu menanti setiap orang yang mengagungkan nama-Mu, mencintai-Mu, ya Rabb… dan mencintai Rasul-Mu… ^_^

Semoga kita termasuk ke dalamnya… :) Aamiiin…