28 April 2012

Kesabaran Rasulullah

# nyari-nyari sesuatu, akhirnya dapet artikel ini, bagus, mengajari kita tentang arti sabar dan bagaimana nantinya manfaat sabar itu… apakah keuntungannya? yuukk dibaca… ^_^ #

Ketika Rasulullah sedlang duduk-duduk di tengah para sahabatnya, salah seorang pendeta Yahudi bernama Zaid bin Sa’nah masuk menerobos barisan jama’ah yang melingkarinya, seraya menyambar kain Rasulullah dan menghardiknya dengan kasar.

Katanya, “Ya Muhammad! Bayarlah hutangmu. Kamu keturunan Bani Hasyim biasa memperlambat pelunasan.”

Pada waktu itu Rasulullah memang punya hutang kepada orang Yahudi itu, namun belum jatuh tempo. Umar yang melihat peristiwa itu langsung bangkit dan menghunus pedangnya, seraya memohon ijin.

Ucapnya, “Ya Rasulullah, ijinkanlah aku memenggal leher bedebah ini!”

Tetapi Rasulullah bersabda, “Ya Umar, aku tidak disuruh berdakwah dengan cara begitu. Antara aku dan dia memang sedang membutuhkan kebijaksanaanmu. Suruhlah dia menagih dengan sopan dan ingatkanlah aku supaya melunasinya dengan baik.”

Mendengar sabda Rasulullah tersebut, orang Yahudi itu berkata,

“Demi yang mengutusmu dengan kebenaran. Sebenarnya aku tidak datang untuk menagih hutangmu, namun aku datang untuk menguji akhlakmu. Aku tahu, tempo pelunasan utang belum tiba waktunya. Akan tetapi aku telah membaca sifat-sifatmu dalam Kitab Taurat, dan ternyata terbukti semua, kecuali satu sifat yang belum aku uji, yaitu kebijakkanmu bertindak pada waktu marah. Ternyata tindakan bodoh yang ceroboh sekalipun engkau dapat mengatasinya dengan bijaksana.

Itulah yang aku lihat sekarang ini. Maka terimalah Islamku ini, ya Rasulullah, “Asyhadu alaa ilada illallah wa annaka ya Muhammad Rasulullah” “Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan engkau adalah Rasulullah.”

Cara bersabar dengan membiarkan orang marah tanpa meladeninya merupakan cara efektif dakwah Rasulullah yang sering beliau lakukan. Kesabaran beliau malah mendapat simpati dari seorang Yahudi sehingga dengan kesadarannya sendiri mau memeluk agama Islam.

(Sumber : Nasiruddin, S.Ag, MM, 2007, Kisah Orang-Orang Sabar, Republika)

*Subhanallah… sebuah sifat yang dapat mengubah persepsi orang kepada diri kita. SABAR. Mari belajar meneladani sifat-sifat Rasulullah,,, baik itu hanya secuil. Belajarlah dari sabar… :) *

Saat TFT TANYA2012 :)

*28 April 2012*

Hari Sabtu, 28 April 2012, 2 minggu setelah aku dirawat di RS, “tempat yg paling ga tak suka” (tapi kenapa aku sering banget kesana ya?)

Ok! ga ada curhat lagi tentang RS! :)

Saat kutulis ini, mungkin temen-temen muslim teknik 2010 sedang berkumpul bersama-sama di masjid teknik undip, masjid Baitul Ilmi. Pengen banget rasanya kesana, tapi banyak hal yang “ga tau kenapa” menjadi kegalauan tersendiri buatku. Biasanya aku tak se-RIBET ini jika masalah PRIORITAS. Tapi saat aku mendengar pertanyaan (atau pernyataan ya) dari mbak wismaku, ‘mb Tami yg mungin pengganti ibu di wisma ya klo ovi boleh bilang hhe‘, “Mau ikut TFT TANYA-nya sekarang, atau milih ikutan acara TANYA 2012 nya?”

pertanyaan yang benar-benar menohok bagiku, 2 pilihan yang sebenarnya aku ingin mengikuti semuanya. Tapi setelah itu aku berpikir, “TANYA 19 hari lagi, singkat banget tuh waktu, kalau aku sendiri ng.forsir sebelum tanggal itu, kemungkinan besar aku ga bisa ikut hari-H nya. Ya Allah… andai seminggu terakhir ini aku ga ng.forsir diriku sendiri, tapi,,, sebenarnya juga ga diforsir, emang kudu ngejar deadline tugas dan materi selama kemarin aku ga masuk. :( “

melihat status fb temen malem ini, “# kalau saja ada pintu kemana saja..hal yg diinginkan skrg adalah berada di Masjid BI, bersama kalian, ukh..” ,,, ovi juga ingin…ingiinnn sekalii… kangen kaliaan…>,<

-Jum’at, 27 April- setelah seharian beraktivitas dan maghrib sampai di wisma, untung saja malam itu aku tak berkutat dengan tugas, rasanya lemes banget badanku, pusing, nyeri, dan semuanya berkumpul jadi satu sampai aku sendiri ga tau gimana rasanya badanku saat itu. Sebelum maghrib memang aku dah lemes, ga bisa ngrasain napak tanah, ngrasanya saat itu melayang entah kemana. Pengennya sebenernya habis kuliah studio saat itu pengen langsung kabur ke wisma, tapi aku mikirnya, masih ada amanah 1 lagi, skalian dislesein lah biar kelar.

Yah, syuro kad KAMMI yang diundur jum’at sore (dan itu aku yang minta, ga enak klo ngancel :( ). Pikirku saat itu sih, “paling syuro juga cmn duduk, ga smpe jln2, gpp lah, cm forsir pikiran, ga berat2 amat”

Habis sholat ashar sih baik2 saja, tapi saat berjalannya syuro, aku bener2 ga konsen, gatau kenapa saat itu nyerinya makin nambah, sampai afwan bagi yang ikut syuro saat itu, ovi ditanyain apapun bingung jawabnya, dan mungkin syuro itu adalah syuro PALING berantakan selama aku di kampus. -_-

Malam itu pun, niatnya bener-bener di istirahatin biar esoknya aku dah “baik-baik saja” lagi. udah saat itu sholat sambil tidur, badan panas dingin, rasanya kaya ditusuk-tusuk, dan ga jelas apalah itu nama sakitnya. :( Tapi ternyata paginya malah semakin menjadi-jadi. Padahal hari itu jadwal sudah tersusun rapi, ma’had – syuro materi TANYA – ngerjain tugas – lalu TFT … dan semuanya batal, ga ada satupun yang kulakuin.

Seharian aku di wisma, biar sore atau malamnya aku bisa sebentar lah “nongol” di TFT TANYA, tapi ternyata, kalian tahu kawan-kawan….semakin sore sakitnya semakin menjadi dan aku tak bisa berbohong saat itu jika aku sakit :( .

aku pun bergumam sendiri dalam hati, “kau bisa pura2 kuat vi di luar dan di hadapan banyak orang, tapi dengan dirimu sendiri kau tak bisa berbohong! memang saat kamu sendiri itulah saat-saat yang kau rasakan itu benar-benar ‘batas kemampuanmu’ yang sebenarnya!” Aku tertunduk lesu di dalam kamar, menyesali seminggu ini diriku yang ternyata telah ‘dzalim’ pada diriku sendiri. Astaghfirullah… takkan kuulangi lagi esok, insyaAllah…

Aku paling ga tega ngliat rasa bersalahnya orang tuaku, aku ga bisa memaksakan ke-KERAS KEPALA ku di saat sekarang, dan aku pun mencoba untuk memahami diriku sendiri. Jika aku bisa keras kepala kembali hari ini, mungkin aku akan nekat meninggalkan wisma untuk datang kmn saja aku ingin, termasuk datang ke TFT malam ini… tugas kelompok pun terlantar kembali tak bisa kukerjakan :( .

Tapi aku ga ingin sakit disini, sembuh itu prioritas pertama sekarang! jika aku boleh bilang, “sakit itu enak di rumah, tak merasa banyak merepotkan banyak orang (walopun sbenernya iya), tapi kalau di wisma, aku jadi malu sendiri, merasa bersalah, ga bisa pergi kemana-mana akhirnya ngrepotin banyak orang, yang harusnya mereka melakukan aktivitas, tambah tanggung jawabnya”

:) I Love Tsabiters… Afwan banyak ngrepotin kayaknya slama ovi di wisma… sering banget sakit :( insya Allah ovi ga akan keras kepala lagi deh… ga akan ng.dzalimi diri sendiri lagi… :D

—di tengah sepinya tsabita—

19 Maret 2012

Manajemen Waktu

Rasanya ada yang kurang, biasanya dulu ba’da maghrib, ba’da isya, atau tengah malam slalu dapat bercanda ria dengan pena dan kertas. Hanya 2 alat tulis itu yang kubutuhkan saat itu. menulis lembaran-lembaran kisah yang kualami. Hmm… aku merasa rindu dengan semua itu. Kapan lagi aku bisa meluangkan waktuku sejenak untuk bercerita kepada teman setia ku itu?

Rasanya sekarang waktu pun harus kubeli. Hari pun ingin rasanya agar bertambah lagi. Hehe. Tapi itu tak mungkin. Walaupun hari dalam seminggu bertambah 1 menjadi 8, maka “kemungkinan besar” hari ke delapan itu pun akan menjadi hari tersibuk juga (haha, sok sibuk).

Sering aku bertanya, kapankah diriku dan teman-temanku dapat beristirahat sejenak saja? kapan?
Rasanya raga ini lelah sangat. Bahkan ruhiyah ini terasa kosong. Hari-hari di wisma, kapan-berapa jam aku berada di wisma pun mungkin bisa dihitung. Tak seperti dulu saat masih di bangku SMP atau SMA, walaupun “mampir” di kos tidak seberapa, tapi jika dibandingkan waktu yang ada saat kuliah ini sungguh sangat berbeda.

Dan tahukah kawan apa yang menyebabkan banyak aktivis dakwah yang sering “mengeluh” mengenai “waktu kosong yang dipunyainya”?

Ada beberapa sebab yang menyebabkan para aktivis itu merasa lelah dan sering mengeluh. Kalau boleh aku bilang, mereka (dan aku juga pastinya) sebenarnya bukannya “kekurangan waktu”, tapi “salah me-manage waktu”. Dan hal yang seperti itu sering melanda banyak orang di sekitar kita.

Yap! Disini yang akan dibahas adalah salah satu sebab aktivis merasa lelah, yakni tentang MANAJEMEN WAKTU. Poin-poin yang lain masih banyak, tapi inilah poin yang sekarang banyak membuat para aktivis merasa futur, lelah, tidak bersemangat, sering mengeluh, dan kalian pasti tahu bahasa gaulnya apa, GALAU! ya, sekarang banyak aktivis dakwah yang terjangkit penyakit 5 huruf itu, yang seharusnya mereka dapat menghindarinya karena sebenernya kita para aktivis itu punya Allah tempat bersandar, tempat bercerita segala sesuatu, dan tempat mencari jawaban dan meminta pertolongan (lihat Q.S. Al-Fatihah: 5)…. eittss.. nih malah ngluyur kemana-mana ngomongnya…

Ok, kembali ke topik. MANAJEMEN WAKTU. Seharusnya semua aktivis itu punya JADWAL KESEHARIAN, dari waktu pagi sampai malam tiba dan akhirnya balik ke pagi lagi. itu poin pertama. Sebenarnya jika mereka dapat menaati waktu-waktu yang mereka buat dan tulis, maka semuanya akan berjalan dengan lancar. Sekali lagi aku berbicara bahwa “ajaklah DISIPLIN itu bersamamu, maka kamu pasti akan mudah memaknai kehidupan agar lebih berwarna dan bermakna”. Jika sifat disiplin itu telah melekat dalam diri seseorang, terutama seorang aktivis dakwah, pastinya tak ada yang sia-sia. Semuanya berjalan sesuai dengan rencana, sesuai dengan jadwalnya masing-masing, bahkan yang terpenting kita tidak mendzolimi diri sendiri, orang lain, bahkan waktu yang kita punya. poin kedua.

Semuanya akan berjalan teratur bersama-sama untuk tujuan kebaikan (pastinya kader dakwah tujuannya untuk kebaikan kan?). Dengan manajemen waktu yang baik dan efisien, maka tidak ada waktu yang terbuang sia-sia, itu tandanya kita bersyukur kepada Allah SWT atas waktu yang diberikan. itu poin ketiga.

Biasanya, kalau aku bisa mengambil pelajaran dari waktu-waktu aku kuliah saat ini, banyak sekali contohnya. Misal jika ada jadwal kuliah, sudah terpampang di jadwal bahwa kuliah mulai jam 09.55, seharusnya kan ya sebelum jam itu para mahasiswa sudah datang di kampus. Tapi karena banyak dosen yang juga (mohon maap) telat di waktu mengajarnya, maka mahasiswa pun jadi ikut-ikutan telat, dan itu sering berimbas ke jadwal-jadwal kuliah yang lain. Padahal karakter setiap orang berbeda-beda. Ada yang suka IN TIME, ada yang suka ON TIME, dan ada yang sering juga datang OUT TIME alias telat. Dan dalam hal ini aku belajar dari seorang dosen yang sangat menghargai waktu, sampai waktu 1 detik pun dihitung di jam tangannya, jika ada mahasiswa telat 1 detik saja, maka pintu kelas pun tertutup.

Contoh yang lain juga tentang waktu, pasti semua aktivis dakwah memiliki organisasi, biasanya kan ada rapat, nah pertamanya ada yang sering datang in time. Tapi karena melihat teman-temannya yang telat tidak diberi punishment maka dia pun ikut-ikutan. Ada juga yang berpikir bahwa “paling ntar pada telat, ntar aja deh berangkatnya” hmm… dan ini nih yang biasanya menyerang para aktivis. Saking sibuknya dengan tugas kuliah dan organisasi, maka susah pula mereka dalam mengatur waktu.

Padahal jika dapat kalian bermuhasabah, wahai teman-teman aktivis, waktu yang diberikan Allah itu cukup untuk kalian, tinggal bagaimana kalian memandang suatu PRIORITAS! Jika ada yang lebih penting keberadaan kita disana, maka pergilah kesana (itu jika ada 2 atau lebih acara yang bertabrakan), tapi jika hanya ada 1 agenda yang harus diselesaikan, maka datanglah kesana dan JANGAN DITUNDA-TUNDA.

Sebenarnya simple, jika kita dapat menghargai waktu, maka waktu pun akan menghargai aktivitas kita. Hanya saja banyak sekali sekarang ini para aktivis yang tidak mengerti akan hal itu. Mereka terlalu sibuk melihat orang lain yang memiliki waktu banyak dan IRI akan hal tersebut. Tapi mereka lupa tak melihat kepada sosok-sosok pemimpin yang HANYA memiliki waktu SANGAT SEBENTAR dalam istirahatnya. Dan harusnya kita malu kepada mereka yang rela mengorbankan waktunya berjalan bersama dakwah.

Sekali lagi sahabat-sahabatku, poin penting agar kita dapat mensyukuri kehidupan adalah dengan MENGHARGAI WAKTU, lalu MANAJEMEN WAKTU yang kita punya untuk hal-hal yang BERMANFAAT.

Jangan mudah MENGELUH apalagi GALAU, karena banyak pendahulu kita yang tak pernah mengeluh dalam setiap aktivitasnya.

Teladani Rasulullah, para sahabat, para tabi’in, tabiut tabi’in, dan para pejuang islam.
Suatu ketika Abdullah bin Mas’ud bertanya pada Rasulullah SAW: ” Wahai Rasulullah pekerjaan apakah yang paling Allah cintai?”, Beliau menjawab: “Shalat pada waktunya“. Ia bertanya: “Lalu apalagi Ya Rasul?”, Beliau menjawab: “Taat pada orang tua”. Ia bertanya: “Lalu apalagi Ya Rasul?”, Beliau menjawab: “Jihad di jalan Allah.”

Hadis di atas diriwayatkan lebih dari satu imam, sebut saja Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Ahmad, Dârul Quthni dan yang lainnya.

SHALAT PADA WAKTUNYA, tepat waktu, sangat ditekankan Rasulullah disini. Ada lagi 4 tips manajemen waktu yang terinspirasi oleh hadits Rasulullah saw seperti yang diriwayatkan oleh Ibn Umar, yakni :
1. Memiliki mentalitas pengembara atau perantau
2. Memiliki sikap penyebrang jalan
3. Tidak pernah menunda-nunda pekerjaan
4. Memanfaatkan kesempatan sekecil apa pun untuk kebaikan

Yuk, bersemangat dalam kebaikan!! :D